Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Apa Itu Slow Living? Gaya Hidup dengan Menghindar dari Kehidupan Supersibuk, Yuk Simak!

M. Erizal • Jumat, 5 Juli 2024 | 04:35 WIB
Potret gaya slow living di pedesaan
Potret gaya slow living di pedesaan


JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Apakah kamu merasa kewalahan dengan hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari? Mungkin ini sudah waktunya untuk mempertimbangkan langkah yang berbeda dengan menerapkan gaya hidup slow living.

Slow living bukan hanya sekadar konsep, ini adalah pilihan. Pilihan untuk menjauh dari kesibukan yang tiada henti dan mengambil pendekatan yang lebih penuh perhatian terhadap setiap momen.

Ini semua tentang menikmati hal-hal kecil dan menemukan kegembiraan dalam kesederhanaan. Percayalah, saat kamu mulai menjalani gaya hidup slow living, perspektif kamu terhadap kehidupan mungkin akan berubah.

Melansir dari laman Ideapod, berikut ini beberapa alasan mengapa kamu perlu istirahat dari kehidupan modern dan bagaimana konsep slow living dapat menjadi jawaban yang kamu cari.

1. Kesibukan yang terus-menerus

Kita semua hidup di dunia yang terus-menerus bergerak cepat, di mana deadline, jadwal, dan daftar tugas telah mengatur hidup kita. Tekanan untuk terus meraih lebih banyak, menjadi lebih baik, dan melakukan lebih banyak bisa sangat melelahkan.

Saat kita sudah terbiasa dengan kecepatan yang sangat tinggi, kita seringkali tidak menyadari seberapa besar pengaruhnya terhadap kita. Stres, kelelahan, perasaan tertinggal terus-menerus, kita semua menerima itu sebagai bagian alami dari kehidupan.

Namun, kamu memiliki pilihan untuk keluar dari rutinitas kehidupan modern dan menjalani gaya hidup yang lebih lambat dan penuh kesadaran. Slow living bukan berarti melakukan lebih sedikit, melainkan melakukan sesuatu dengan sengaja dan adanya tujuan dan fokus yang jelas.

2. Pengalaman pribadi

Graeme, seorang penulis di Ideapod telah membuktikan bahwa gaya hidup slow living telah mengubah segalanya. Beberapa tahun lalu ia terjebak dalam pusaran kehidupan modern, harus bekerja full time, mengurus komitmen pribadi, dan hampir tidak punya waktu untuk diri sendiri.

Ada satu titik di mana dia merasa benar-benar jenuh, tetapi ia menyadari bahwa dirinya tidak bisa terus seperti itu, dia merasa butuh perubahan. Sehingga dia memutuskan untuk mencoba hidup lebih santai.

Mungkin tidak mudah untuk melepaskan diri dari kebiasaan lama. Kamu bisa memulainya dengan hal kecil seperti mengatakan tidak pada komitmen yang tidak perlu, memprioritaskan perawatan diri, dan meluangkan waktu untuk menikmati kesenangan sederhana.

3. Ada ilmu tersembunyi di balik slow living

Tahukah kamu bahwa konsep hidup slow living didukung oleh peneliti ilmiah? Penelitian telah menunjukkan bahwa gaya hidup yang lebih santai dan penuh perhatian dapat menghasilkan peningkatan yang signifikan, baik dalam kesehatan fisik maupun mental.

Penelitian dari University of California menemukan bahwa orang yang menjalani hidup dengan penuh kesadaran menunjukkan kadar hormon stres kortisol yang lebih rendah. Hormon ini sering dikaitkan dengan masalah seperti tekanan darah tinggi, masalah tidur, dan bahkan penambahan berat badan.

4. Terhubung kembali dengan alam

Dalam hiruk-pikuk kehidupan kota, kita seringkali kehilangan kontak dengan alam. Namun, tahukah kamu bahwa alam punya cara tersendiri untuk memperlambat kita dan mambantu kita menemukan kedamaian?

Slow living atau hidup santai mendorong kita untuk terhubung kembali dengan alam. Hal ini bisa dilakukan dengan cara sederhana seperti berjalan santai di taman, berkebun, atau sekadar duduk diam dan mengamati dunia di sekitar kita.

5. Menemukan kembali kegembiraan dari koneksi

Di dunia yang serbacepat ini, kita seringkali terlalu sibuk dengan kehidupan kita sendiri sehingga lupa untuk benar-benar terhubung dengan orang-orang di sekitar kita. Dengan slow living, kita akan menemukan kembali kegembiraan dalam hubungan.

Hal ini karena kita seringkali bertukar sapa dengan singkat, pesan teks tergesa-gesa, dan bahkan komentar di media sosial juga dilakukan dengan singkat. Tetapi kita tidak benar-benar meluangkan waktu untuk terlibat dalam percakapan yang bermakna.

6. Menerima ketidaksempurnaan

Konsep hidup slow living telah mengajarkan kita untuk menerima ketidaksempurnaan. Jika kamu sering terjebak dalam pengejaran kesempurnaan, ingatlah bahwa tidak apa-apa untuk menjadi tidak sempurna.

Terimalah semua kekurangan dan keanehan tersebut, kemudian lihatlah bagaimana hidup dengan santai atau slow living ini dapat membantu kamu menemukan kedamaian dengan diri sendiri.

7. Sebuah seni untuk tidak melakukan apapun

Dalam masyarakat kita yang terobsesi dengan produktivitas, gagasan untuk tidak melakukan apapun bisa menjadi tampak tabu. Kita dikondisikan untuk percaya bahwa setiap menit harus dihabiskan untuk mencapai sesuatu dan menyelesaikan daftar tugas kita.

Namun, slow living mengajak kita untuk merangkul sebuah seni untuk tidak melakukan apapun. Awalnya mungkin terasa aneh, namun seiring berjalannya waktu kamu mungkin akan menemukan bahwa saat-saat tenang ini, adalah saat kamu merasa paling damai dan paling selaras dengan diri sendiri.

8. Pilihanmu, kecepatanmu

Slow living adalah perjalanan pribadi, ini bukan tentang mengakui serangkaian aturan atau mencoba menyesuaikan diri dengan pola tertentu. Ini tentang membuat pilihan sadar yang selaras dengan nilai-nilai dan gaya hidupmu sendiri.

Apa yang mungkin terasa lambat bagi orang lain bisa jadi terasa terlalu cepat bagimu, atau mungkin sebaliknya. Kecepatan hidup yang lambat tidak ditentukan oleh apapun atau siapapun di luar dirimu.

Kecepatan hidup yang lambat atau santai ditentukan oleh dirimu dan apa yang terasa tepat bagimu. Jadi, jalani saja dengan perlahan, sesuai dengan kecepatan dirimu sendiri, dan nikmati perjalanan ini.

Sumber: JawaPos.com

Editor : M. Erizal
#back to nature #gaya hidup #Slow Living #santai #alam