Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Crazy Rich PIK Helena Lim Akui jadi Broker Sangat Menguntungkan, Begini Pernyataannya

Redaksi • Jumat, 29 Maret 2024 | 20:10 WIB
HELENA LIM
HELENA LIM

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Helena Lim, perempuan yang kerap disebut-sebut sebagai crazy rich PIK (Pantai Indah Kapuk) kini menyandang status sebagai tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk.

Dalam kasus ini, Helena Lim menjadi tersangka bersama suami dari artis Sandra Dewi, Harvey Moeis, dan belasan orang lainnya yang telah diumumkan Kejaksaan Agung RI.

Setelah perempuan yang hampir berusia setengah abad itu ditetapkan sebagai tersangka, netizen menyoroti konten video perbincangan Helena Lim dengan Ashanty yang diunggah di kanal YouTube The Hermansyah.

Dalam video itu, Helena Lim mengungkapkan perubahan dalam hidupnya terjadi drastis, dari keluarga miskin berubah menjadi kaya raya berkat usaha dan kerja keras. Helena Lim mengakui menjadi broker sangat menguntungkan bagi dirinya dan menjadi titik balik hidupnya dari miskin berubah menjadi bergelimang harta.

Diceritakan Helena Lim, dirinya sempat bekerja di salah satu bank di Medan pada tahun 1996 dengan gaji sekitar Rp450 ribu dalam sebulan. Gaji itu kecil sekali bila dibandingkan dengan pendapatan Helena menjadi broker.

"Kalau gaji sebulan kerja di bank Rp450 ribu, sehari aku bisa Rp15 juta sampai Rp30 juta (jadi broker)," kata Helena Lim ke Ashanty.

Kala itu, dia menjadi broker untuk jual beli mata uang asing terutama dolar. Kebetulan salah satu customer-nya menaruh uang deposito di bank berkat Helena Lim.

Setelah tenor deposito berakhir, Helena menghubungi customer menanyakan apakah akan memperpanjang deposito atau akan mencairkan dananya. Jawaban customer justru membuat pikiran Helena Lim jadi terbuka untuk menjadi broker.

Customer itu meminta uang USD 100 ribu itu dipasrahkan kepada dirinya untuk dijual. "Pada waktu itu dolar cuma Rp2 ribu. Dari situ aku dapat Rp1 juta, dua kali lipat dari gaji bulanan aku,"katanya.

Sejak saat itu, Helena Lim menekuni usaha menjadi broker jual beli mata uang asing (valas). Dia akhirnya memutuskan pindah ke Jakarta dari Medan setelah salah satu customer memintanya untuk membuka usaha money changer di Jakarta.

"Sudah banyak customer, dan kebetulan klien gede aku sering suruh aku cari dolar. Aku bilang, 'kamu buka saja money changer di Jakarta.' Dia bilang, 'nggak deh, kecuali kamu yang ngurusin'," ceritanya.

Helena Lim akhirnya memutuskan pindah ke Jakarta dan dibukakan usaha oleh salah satu customer loyalnya di Ibu Kota.

Sumber: Jawapos.com

Editor : RP Edwir Sulaiman
#Crazy Rich PIK #broker #Asyanty #Harvey Moies #helena lim