Pada usia 20-an, paras ayunya menjadi cover majalah Femina. Dia juga berperan dalam Petualangan Sherina (2000), Love is Cinta (2007), dan Bidadari-Bidadari Surga (2012). Kini, Henidar fokus membesarkan bisnis clothing.
Apa kabar Bu Henidar? Kesibukan saat ini apa saja?
Baik. Saat ini lagi concern bisnis baju. Full ke bisnis karena semuanya saya kerjakan sendiri. Mulai jadi model, nge-host, kelola manajemen dan karyawan, bikin foto dan video produk, atur etalase di e-commerce, merekap orderan, nyetok barang, nyetir, sampai nge-print resi. Setiap hari nge-host live di TikTok dan Shopee. Kalau hari Minggu disempatkan waktu khusus untuk keluarga dan sahabat.
Sejak kapan memulai bisnis baju?
Merintisnya sudah lama, sekitar 12 tahun lalu. Sebetulnya malah dari SMA belajar bisnis baju. Tapi, naik turun, lagi syuting ditinggal karena dikerjain sendiri. Makanya, sekarang lebih fokus ke bisnis.
Bagaimana karier sebagai aktris?
Syuting terakhir kemarin pas Ramadan untuk YouTube KAI. Di TV terakhir sebelum pandemi ada syuting FTV saya dapat peran utama, syuting dua hari. Dari skenario 100 halaman itu, 80–90 persen ada karakter saya. Lelahnya luar biasa. Cuma bisa salat, makan. Istirahatnya pas pemain lain syuting, itu pun sebentar karena FTV kan ngejar waktu. Sudah beda sama usia belia dulu. Kalau sekarang saya push diri saya syuting, berat.
Kalau project modeling, masih?
Modeling sudah lama enggak juga. Kerjaan gitu juga lumayan ganggu waktu berbisnis buat saya.
Bagaimana dengan penggemar yang rindu melihat Bu Henidar di layar kaca?
Fans saya ketemunya di TikTok, Shopee, Instagram. Mereka malah lebih seneng. Pelanggan saya kebanyakan ya fans saya. Saya kan juga nge-host, jadi bisa komunikasi langsung. Malah lebih dekat dan akrab di TikTok daripada kalau syuting.
Apa yang memotivasi Bu Henidar untuk terus produktif di usia 62 tahun?
Mungkin karena nggak punya suami, nggak punya anak, jadinya saya pengin bikin bisnis yang bisa diwariskan ke keluarga. Karena keluarga saya bukan keluarga konglomerat. Ada beberapa yang juga perlu dibantu. Alhamdulillah, saya berharap bisnis ini kalau saya sudah tidak ada pun masih bisa dilanjutkan keluarga. Itu yang memotivasi saya. Kalau saya enggak mikirin keluarga, ya jadi artis aja lebih enak. Tapi, nggak ada yang diwariskan, hanya buat diri sendiri. Itu pun ada keterbatasan bisa syuting sampai kapan.
Bagaimana menjaga bisnis selama itu?
Saya nggak merasa harus bersaing. Saya cuma jalani yang terbaik yang bisa saya lakukan. Tidak ada perlombaan dalam bisnis. Kuncinya bertahan. Ketika kamu tidak kuat bertahan, berarti mental kamu nggak siap. Meski lagi di bawah, dikerjain orang, dicaci maki, dirugikan, ditipu orang, tetap harus bisa bertahan. Tidak ada hidup tanpa ujian. Termasuk dalam bisnis. Meski umur saya 62, jangan salah, semangat saya lebih dari yang muda.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Rinaldi