Tenda Warga Pulau Padang Dibongkar
Redaksi • Jumat, 10 Februari 2012 | 09:21 WIB
JAKARTA (RP) - Setelah bertahan hampir dua bulan dengan mendirikan tenda di depan gerbang Komplek DPR RI, Senayan, warga Pulau Padang, Kabupaten Meranti, Kamis (9/2) akhirnya dibubarkan yang sebelumnya sempat tertunda.
Ratusan aparat gabungan dari pihak kepolisian dan Satpol PP pada Kamis (9/2) pagi sekitar pukul 06.00 WIB dikerahkan untuk membongkar tenda mereka secara paksa, begitu juga semua barang-barang warga dipindahkan.
Mereka hanya bisa pasrah tanpa ada perlawanan ketika tenda dan peralatan mereka di angkut dengan menggunakan tiga unit truk sampah, sehingga suasana penertiban yang berlangsung selama kurang lebih satu jam itu berjalan lancar.
Setelah hampir tiga jam berlalu. Tepat pukul 09.00 WIB, warga kembali mendirikan tenda dengan peralatan yang tersisa.
Tapi lagi-lagi kepolisian dan Satpol PP yang masih berjaga-jaga di lokasi tersebut kembali membongkar.
Tidak hanya itu, warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Penyelamatan Pulau Padang (FKP-PP) tersebut juga di usir dari areal depan Gedung Parlemen tersebut.
“Semua yang kita punya, termasuk berkas dan dokumen penting lainnya ikut di rampas,” ujar pimpinan pusat Serikat Tani Nasional (STN) Bimbin yang setia pendampingi warga Pulau Padang hingga akhirnya di bubarkan.
Bimbin mengaku bahwa penggusuran ini tidak ada pemberitahuan sebelumnya, sehingga warga yang sebagian masih tertidur kaget ketika aparat keamanan tiba-tiba membongkar dan mengangkat semua peralatan yang ada.
“Kini warga kita ungsikan sementara ke Kantor STN. Kita konsolidasi dulu untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya,” terang Bimbin.
Beberapa waktu lalu warga yang sedang menuntut direvisinya SK Nomor 327 Tahun 2009 dengan mengeluarkan blok Pulau Padang dari areal konsensi itu juga sempat mendirikan tenda di depan pintu masuk gedung utama Kementerian Kehutanan.
Namun hanya bertahan sekitar dua jam, tenda dan perlatan mereka dibubarkan secara paksa oleh pegawai Kemenhut. (yud)
Editor : RP Redaksi