Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bangunan Pustu Tak Layak, Warga Patah Parang Inhil Terpaksa Melahirkan di Kantor Desa

M Ali Nurman • Jumat, 6 Februari 2026 | 22:30 WIB
Akibat bangunan Puskesmas Pembantu rusak parah, warga melahirkan di Kantor Desa Patah Parang, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Inhil, baru-baru ini.
Akibat bangunan Puskesmas Pembantu rusak parah, warga melahirkan di Kantor Desa Patah Parang, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Inhil, baru-baru ini.

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Kondisi bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Patah Parang, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dinilai sudah tidak layak digunakan. Akibatnya, seorang warga terpaksa melahirkan bayinya di kantor desa karena fasilitas kesehatan tersebut tidak dapat difungsikan.

Warga yang melahirkan diketahui bernama Fitri (19), berasal dari keluarga kurang mampu. Dalam kondisi darurat, keterbatasan ekonomi serta tidak layaknya bangunan Pustu membuat proses persalinan dilakukan di kantor desa.

Menurut keterangan warga, kerusakan bangunan telah berlangsung cukup lama. Sejumlah bagian bangunan dilaporkan mengalami kerusakan serius sehingga tidak lagi memenuhi standar sebagai fasilitas pelayanan kesehatan.

"Bangunannya sudah lama rusak dan tidak layak. Jika masih bisa digunakan, tentu warga tidak sampai melahirkan di kantor desa," ujar seorang warga.

Warga juga menyebutkan, biaya persalinan di bidan praktik mandiri tidak mampu ditanggung keluarga pasien.

"Ini sangat memprihatinkan. Fasilitasnya ada, tetapi bangunannya tidak layak digunakan,"ujarnya lagi.

Sementara itu, Kepala Desa Patah Parang, Dedi Suandi, kepada Riaupos.co, Jumat (6/2/2026), membenarkan adanya persalinan warga di kantor desa. Ia mengatakan, sebelum persalinan pihak keluarga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa.

"Benar, sebelum persalinan pihak keluarga sudah berkoordinasi dengan kami. Bersama perangkat desa lainnya, kami kemudian mengambil keputusan untuk melahirkan di kantor desa. Lahirannya kalau tak salah kamis kemarin, Alhamdulillah, ibu dan bayi yang dilahirkan dalam keadaan sehat," ujar Dedi.

Terkait kondisi bangunan Pustu yang sudah tidak layak, Dedi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, usulan perbaikan telah beberapa kali diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Ia menambahkan, pada tahun 2026 bangunan Pustu Desa Patah Parang telah masuk dalam rencana perbaikan oleh pemerintah kabupaten.

"Fasilitasnya ada, hanya bangunannya yang rusak. Untuk perbaikan memang harus menunggu dari pemerintah kabupaten. Alhamdulillah, tahun ini sudah mendapatkan bantuan perbaikan," ucapnya.

Dedi juga menjelaskan, jarak tempuh dari Desa Patah Parang menuju Puskesmas Sungai Batang memerlukan waktu sekitar satu jam menggunakan kapal motor atau pompong.

"Sambil menunggu bangunan diperbaiki, kami sepakat mengontrak rumah untuk dijadikan Postu sementara. Jika warga harus ke puskesmas, tentu membutuhkan biaya tambahan. Terkait hal itu, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan,"tutupnya.(*2)



Editor : Edwar Yaman
#kantor desa #Desa Patah Parang #Puskesmas Pembantu #Bangunan Pustu Tak Layak