TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) -- Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mulai mematangkan relokasi pedagang Pasar Subuh sebagai bagian dari penataan kawasan perdagangan di Kota Tembilahan.
Seluruh pedagang yang selama ini beraktivitas di Lapangan Air Mancur akan dipindahkan ke lokasi baru yang telah disiapkan pemerintah di kawasan eks Jalan Kapten Muhtar.
Relokasi ini dilakukan untuk memusatkan aktivitas perdagangan dalam satu titik agar lebih tertib, rapi, dan mudah dikelola. Selain itu, langkah tersebut juga menjadi tahapan awal dalam mendukung rencana pembangunan Pasar Induk Yos Sudarso yang akan segera dimulai.
Baca Juga: Doa dan Haru Lepas 307 JCH Inhil ke Tanah Suci
Pemerintah daerah menegaskan, proses pemindahan akan dilakukan secara terkoordinasi agar aktivitas ekonomi pedagang tetap berjalan. Di lokasi baru, pedagang diharapkan dapat berjualan dengan lebih nyaman tanpa mengganggu ketertiban umum maupun arus lalu lintas.
Tak hanya itu, pengelolaan Pasar Subuh nantinya akan berada langsung di bawah pemerintah daerah. Hal ini dilakukan untuk memastikan sistem pengelolaan berjalan lebih baik serta meminimalisir praktik yang merugikan pedagang, termasuk pungutan liar.
Hal tersebut mengemuka dalam rapat yang dipimpin Bupati Inhil Herman, bersama Ketua Himpunan Pedagang Pasar Indragiri Hilir (HPPI) dan sejumlah kepala OPD terkait di ruang rapat Kediaman Dinas Bupati, Senin (27/4/2026).
Baca Juga: 48 Ton Komoditas Pangan Ilegal Hasil Tangkapan di Tembilahan Dibakar
Ketua Pedagang Pasar Subuh, Arfandi, menyambut baik kebijakan tersebut. Menurutnya, penataan pasar justru akan memberikan dampak positif bagi pedagang karena menciptakan lingkungan berjualan yang lebih rapi dan nyaman.
"Kami mendukung penuh kebijakan ini. Dengan penataan yang baik, tentu aktivitas jual beli akan lebih tertib dan memberi kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Inhil, Herman, menegaskan bahwa relokasi ini bukan sekadar pemindahan tempat, melainkan bagian dari penataan menyeluruh untuk menciptakan pasar tradisional yang lebih representatif.
Baca Juga: Cuaca Indonesia Panas, di Kalimantan Barat Capai 37 Derajat Celcius, BMKG Ungkap Penyebabnya
"Pedagang subuh akan menempati lokasi baru yang telah ditentukan tanpa terkecuali agar tetap terkonsentrasi di satu titik. Jika masih ada yang berjualan di luar lokasi, akan kita tertibkan," tegasnya.
Ia menambahkan, penataan ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan Pasar Induk Yos Sudarso yang diharapkan mampu menjadi pusat perdagangan modern berbasis pasar rakyat di Tembilahan.
Dengan penataan tersebut, pemerintah berharap aktivitas Pasar Subuh tetap berjalan optimal, namun dengan kondisi yang lebih tertib, bersih, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat.(*2)
Editor : Rinaldi