Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kondisi Listrik Semakin Membaik, tapi Warga Sempat Beli Alat Penerangan Agak Mahal 

Raja Kasmedi • Minggu, 24 Mei 2026 | 22:30 WIB
Seorang warga Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat terpaksa menutup dagangannya ketika terjadi giliran pemadaman listrik, Sabtu (23/5/2025). (Kasmedi/Riaupos.co)
Seorang warga Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat terpaksa menutup dagangannya ketika terjadi giliran pemadaman listrik, Sabtu (23/5/2025). (Kasmedi/Riaupos.co)

 
RENGAT (RIAUPOS.CO) - Kondisi arus listrik dalam wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terus membaik hingga Ahad (24/5/2026). Hanya saja, ketika terjadi mati lampu kemarin, warga sempat membeli lampu emergency tetapi harganya agak mahal dari biasanya.

Sementara warga yang memiliki usaha, seperti warung kopi, agak sepi selama mati lampu. Sehingga dengan kondisi itu, omset pemilik warung kopi pada saat mati lampu agak berkurang dari biasanya.

Salah seorang warga Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Inhu, Teguh mengatakan bahwa, saat mati lampu hari pertama tidak menyangka akan terjadi cukup lama. 

Baca Juga: Maryam, Siswi MAN 1 Pekanbaru Lulus di 24 Kampus Top Dunia dan Raih 10 Beasiswa: Modal Disiplin, Manajemen Waktu dan Kepercayaan Diri

"Saya kira hanya gangguan bisa pada malam kemarin. Karena kalau gangguan biasa, paling lama mati lampu hanya sekitar 15 menit," ucapnya, Ahad (24/5/2026).

Agar keluarganya tidak mengeluhkan kondisi mati lampu pada malam berikutnya, ia membeli lampu emergency di salah satu toko di daerahnya. Hanya saja, harga lampu emergency yang biasanya hanya Rp80 ribu, naik menjadi Rp120 ribu per unit.

Ternyata hal yang sama juga dialami oleh rekannya. Hal itu diketahui saat duduk ngopi bersama rekannya.

 "Ini menjadi momen bagi pedagang. Karena kita butuh, tentunya tetap dibeli," ucapnya.

Lain lagi disampaikan Candra pemilik warung kopi Caghonti di Jalan Raya Pematang Reba - Rengat. "Pada malam pertama mati lampu yakni sekitar jam 18.44 WIB, tidak kurang dari 20 gelas melayang," kata Candra.

Baca Juga: Respons Cepat TRC 112 Bikin Warga Pekanbaru Makin Percaya

Karena, katanya, warga lebih banyak ngopi pada malam dan pagi.

 "Akibat mati lampu, warga tidak ada yang datang," sambungnya.

Di tempat terpisah, Manager PLN UP3 Rengat, Tatok Winarko ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa, untuk kendala mati saat ini tidak program untuk ganti rugi atas kerusakan alat elektronik.

"Sejauh ini belum ada petunjuk dan arahan pimpinan untuk program penggantian alat elektronik pelanggan yang rusak akibat mati lampu," ujarnya.

Untuk kondisi arus listrik di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sejak gangung menyeluruh di sebagian wilayah Sumatera, semakin membaik. Namun, masih diperlukan pengaturan dan pembagian arus. 

Baca Juga: Festival Kampung Dongeng 2026, Merajut Kasih Sayang Melalui Untaian Cerita

"Ketersediaan arus juga masih belum cukup. Sehingga beberapa wilayah masih dilakukan pemadaman bergilir," katanya.(kas)

Editor : Edwar Yaman
#Listrik #Lampu emergency