Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Serang Warga Antre Makanan, Sejumlah Negara Kutuk Israel

jpg • Sabtu, 2 Maret 2024 | 09:39 WIB
Warga Palestina membawa jenazah seseorang yang tewas dalam serangan Israel di Rafah, Jalur Gaza Selatan, Jumat (1/3/2024).
Warga Palestina membawa jenazah seseorang yang tewas dalam serangan Israel di Rafah, Jalur Gaza Selatan, Jumat (1/3/2024).

JALUR GAZA (RIAUPOS.CO) – Kebrutalan pasukan pertahanan Israel (IDF) menembak mati warga Gaza yang tengah antre menerima makanan, menuai kecaman. Berbagai negara kompak mengutuk keras tindakan Zionis.

Manuver Israel dengan menembaki warga sipil merupakan pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional. Mesir yang notabene bertetangga dengan Palestina, mengecam kekejian IDF. Sebab, para pengungsi warga Gaza itu sedang berkumpul di bundaran Nabulsi, Gaza Utara itu hanya ingin mengambil bantuan makanan.

’’Kami menganggap menargetkan warga sipil yang terburu-buru untuk mengambil bagian bantuan mereka adalah kejahatan yang memalukan dan merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional,’’ kata Kementerian Luar Negeri Mesir seperti dikutip dari Al Jazeera.

Arab Saudi ikut mengecam Israel. Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan, Riyadh menolak pelanggaran hukum humaniter internasional dari pihak mana pun dan dalam keadaan apapun. ’’(Kami) menyerukan komunitas internasional untuk memaksa Israel membuka koridor kemanusiaan yang aman ke Gaza,’’ tegasnya.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell merasa ngeri dengan berita serangan Israel. Dengan minimnya akses bantuan kemanusiaan di Gaza, langkah Israel tidak bisa ditolerir. ’’Kematian ini benar-benar tidak bisa diterima,’’ cuitnya di media sosial X.

Borrell menekankan bahwa pencabutan bantuan pangan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional. Dia juga mendesak Israel untuk membuka akses kemanusiaan tanpa hambatan ke Gaza.

Wakil Perdana Menteri Belgia Petra De Sutter menegaskan, membunuh orang-orang yang mengantre untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional. ’’Ini dan sepenuhnya bertentangan dengan tindakan sementara Mahkamah Internasional,’’ tulis De Sutter dalam postingan media sosialnya.

Insiden pembantaian tersebut juga mengejutkan Kepala Bantuan PBB Martin Griffiths. Mengingat, sedikitnya 112 orang tewas dan melukai 760 lainnya, berdasar data Kementerian Kesehatan di Gaza. ’’Kehidupan terkuras habis di Gaza dengan kecepatan yang mengerikan,’’ ucapnya dalam pernyataan UN News.

Di lain pihak, Israel berusaha membela diri. IDF mengklaim bahwa warga sipil di Gaza telah menyerang truk bantuan. Ditambah puluhan orang terluka lantaran terinjak-injak.

’’Pada titik tertentu, truk kewalahan dan orang-orang yang mengemudikan truk, yang merupakan pengemudi sipil Gaza, menabrak kerumunan orang. Pada akhirnya membunuh, menurut pemahaman saya, puluhan orang,’’ kata Juru Bicara Pemerintah Israel Avi Hyman seperti dikutip France 24.

Usai pernyataan itu, Pemerintah Amerika Serikat (AS) turun tangan menyelidiki laporan penembakan Israel terhadap warga Palestina. Terdapat dua versi laporan mengenai apa yang terjadi. Yang jelas aksi tersebut akan membuat negosiasi gencatan senjata di Gaza menjadi lebih sulit. Juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller telah meminta Israel untuk memberikan jawaban.

Di saat yang sama, Gedung Putih menyatakan duka yang mendalam atas hilangnya nyawa warga di Palestina. Dia pun mengakui situasi kemanusiaan yang mengerikan di Gaza. ‘’Warga Palestina yang tidak bersalah hanya berusaha memberi makan keluarga mereka,’’ kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih dalam sebuah pernyataan resmi.(han/bay/jpg)

Editor : RP Arif Oktafian
#zionis #israel #Perang Gaza #idf