BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melaporkan terjadinya dua kebakaran lahan di wilayah Kampar pada pekan ini. Meski api sudah berhasil dipadamkan, masyarakat diimbau tetap waspada mengingat kondisi cuaca masih berpotensi memicu kebakaran.
Kebakaran pertama terjadi di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, pada Sabtu (23/8/2025) sekitar pukul 11.25 WIB. Titik koordinat kebakaran berada di 0°27'2"N, 101°19'18"E, dengan lahan berupa gambut milik masyarakat.
Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar, dengan jenis kebakaran surface fire dan ground fire (api di atas dan bawah permukaan). Luas lahan terdampak mencapai 0,60 hektare.
BPBD Kampar bersama satgas gabungan melakukan penyekatan, pemadaman, dan pendinginan. Dukungan armada meliputi satu unit mobil angkut BPBD, mesin ministrike, selang pemadam, hingga drone pemantau. Saat ini, api dipastikan padam.
Kebakaran kedua dilaporkan di Desa Batu Bersurat, Kecamatan XIII Koto Kampar, pada Rabu (27/8/2025) pukul 14.00 WIB. Lahan yang terbakar berupa mineral gambut milik masyarakat dengan luas terdampak sekitar 6 hektare. Sama seperti sebelumnya, kebakaran ini juga termasuk jenis surface fire dan ground fire.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Agustar melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan, Satgas TRC BPBD Kampar bersama tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Satpol PP, perangkat desa, serta masyarakat setempat dikerahkan. Dengan menggunakan mobil pemadam, mesin ministrike, serta perlengkapan selang, api berhasil dipadamkan.
Selain laporan kebakaran, data kualitas udara dari AQMS/ISPU Kampar pada Rabu (27/8/2025) pukul 18.00 WIB menunjukkan nilai ISPU berada di angka 88 atau kategori sedang, dengan parameter kritis PM 2,5.
‘’BPBD juga mencatat adanya dua titik panas (hotspot) yang terpantau satelit di wilayah Kampar pada hari yang sama. Hotspot pertama berada di Gunung Sahilan, sedangkan titik kedua di XIII Koto Kampar, keduanya dengan tingkat kepercayaan sedang,’’ jelas Adi Candra.
Adi Candra mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan, mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan wilayah Kampar masih berawan dengan suhu 27–28 °C, kelembaban 87%, serta peringatan dini hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.
“Meski api sudah padam, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan agar tidak ada kebakaran susulan. Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli menjaga lingkungannya,” ujarnya. (kom)
Editor : M. Erizal