Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dosen Poltekkes Kemenkes Riau Gelar PKM

Prapti Dwi Lestari • Kamis, 28 Agustus 2025 | 11:38 WIB
Ketua Tim Dosen Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau Dewi Septiana MH (tengah) foto bersama para ibu hamil dan menyusui di aula Kantor Lurah Desa Ranah Singkuang, Kebupaten Kampar, Sabtu (19/
Ketua Tim Dosen Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau Dewi Septiana MH (tengah) foto bersama para ibu hamil dan menyusui di aula Kantor Lurah Desa Ranah Singkuang, Kebupaten Kampar, Sabtu (19/

KAMPAR (RIAUPOS.CO) - Dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Riau menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Desa Ranah Singkuang, Kebupaten Kampar, Sabtu (19/7) dengan tema ‘’Penguatan Intensitas Ibu dalam Memberikan Hak ASI dalam Upaya Pencegahan Stunting dan Penyakit Jantung’’.

PKM yang dilakukan oleh tim dosen dari Poltekkes Kemenkes Riau ini diikuti oleh Dosen Hukum Kesehatan Dewi Septiana MH dengan para anggota Dosen Keperawatan Dr Dewi Sartika SKep MKep, Dosen Agama Islam Nur Kholis SPdI MPd  yang dilaksanakan di aula Kantor Lurah Desa Ranah Singkuang, Kebupaten Kampar yang dihadiri oleh puluhan ibu hamil dan ibu menyusui. 

Menurut Ketua Tim Dosen Dewi Septiana MH, kegiatan ini merupakan pelaksanaan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya secara ilmiah guna membantu menyelesaikan permasalahan, menjawab tantangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui penyebarluasan dan penerapan hasil-hasil penelitian secara langsung di masyarakat. 

Selain itu, dalam pengabdian masyarakat ini tim dosen memberikan edukasi penguatan ASI ekslusif seperti manfaat ASI dalam mencegah stunting dan penyakit jantung, teknik cara menyusui yang baik dan benar.

Kemudian, edukasi ketentuan hak anak dalam mendapatkan ASI baik secara hukum dan agama pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan menyusui sebagai deteksi dini penyakit jantung dan stunting seperti tensi darah, berat badan, kolesterol, gula darah, pengukuran tinggi badan balita.

‘’Kegiatan ini dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan pemberian ASI ekslusif karena kita ketahui bersama persentase pemberian ASI ekslusif masih jauh dari yang ditargetkan WHO yaitu 80 persen. Masyarakat masih sering menganggap bahwa pemberian ASI adalah pilihan dari orangtuanya, padahal sudah jelas dari peraturan secara hukum dan agama setiap ibu wajib memberikan ASI,’’ tegasnya. (ayi/c)

 

Editor : Rindra Yasin
#kemenkes #penyakit jantung #PKM #POLTEKKES