BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Aliansi Pemuda Mahasiswa Bersatu Riau (APMBR) menggelar aksi damai di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kampar, Rabu (28/1).
Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap dugaan lemahnya tata kelola sektor perparkiran di wilayah Kabupaten Kampar.
Dalam orasinya, Koordinator APMBR Rahmat menyoroti dugaan lemahnya pengawasan dan indikasi pengelolaan lahan parkir yang dinilai tidak transparan.
APMBR juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan praktik jual beli lahan parkir yang disebut-sebut merugikan daerah dan masyarakat.
Selain itu, APMBR menyoroti pengelolaan keuangan parkir dan meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap aliran dana parkir. Mereka menduga adanya praktik ‘’jatah’’ atau setoran tertentu yang berpotensi mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik.
Aksi massa APMBR ini diterima Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar Elfauzan.
Ia menyampaikan, seluruh tuntutan yang disampaikan massa telah diterima secara resmi dan akan menjadi bahan evaluasi internal.
Elfauzan menjelaskan, Dishub saat ini tengah melakukan peninjauan ulang terhadap seluruh titik parkir di Kampar karena tidak lagi representatif atau pengelolanya tidak disiplin dalam memenuhi kewajiban.
‘’Fokus kami adalah peningkatan PAD. Ada pengelola yang tidak taat aturan, seperti keterlambatan dalam menyetorkan kewajiban ke kas daerah,’’ ujar Elfauzan.(kom)
Editor : Arif Oktafian