BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melaporkan kebakaran lahan yang terjadi di Desa Ranah Singkuang, Kecamatan Kampar, Rabu (27/5/2026), berhasil dipadamkan setelah dilakukan upaya pemadaman terpadu oleh tim gabungan.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar melalui Kepala Pusdalops PB, Adi Candra Lukita menjelaskan, laporan kejadian diterima pada pukul 13.21 WIB.
Kebakaran terjadi di lahan mineral milik masyarakat dengan vegetasi yang terbakar berupa semak belukar dan perkebunan sawit. Jenis kebakaran yang terjadi merupakan surface fire atau kebakaran di atas permukaan tanah.
Baca Juga: Sapi Kurban Presiden RI Disembelih di Masjid Ar-Rahmah Desa Banglas, Panitia Siapkan 700 Kupon
"Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 5,5 hektare, dengan rincian 4,5 hektare pada hari pertama dan sekitar 1 hektare pada hari kedua," jelasnya.
BPBD Kampar bersama Satgas gabungan langsung melakukan penyekatan, pemadaman, dan pendinginan di lokasi kejadian guna mencegah api kembali meluas.
Tim yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut terdiri dari Satgas TRC BPBD Kabupaten Kampar, Satgas Udara BNPB, pihak kepolisian, serta masyarakat setempat.
Baca Juga: Sapi Kurban yang Lepas di Rumbai Berhasil Diamankan Petugas Damkar Pekanbaru
Dalam proses pemadaman, petugas mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana, di antaranya satu unit mobil angkut BPBD, satu unit helikopter BNPB, mesin pemadam portable, selang pemadam, serta perlengkapan pendukung lainnya. "Saat ini api sudah padam, namun masih terdapat asap tipis di lokasi sehingga pendinginan terus dilakukan," tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan data AQMS/ISPU Kabupaten Kampar pada pukul 16.00 WIB, kualitas udara berada pada kategori sedang dengan nilai ISPU 92 dan parameter kritis PM 2,5. BPBD Kampar juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan peringatan dini BMKG, wilayah Kabupaten Kampar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Di sisi lain, kondisi PLTA Koto Panjang pada Rabu (27/5/2026) pukul 13.00 WIB tercatat berada pada elevasi 81,67 mdpl dengan inflow dan outflow turbin masing-masing sebesar 110,75 meter kubik per detik. BPBD Kampar memastikan hingga saat ini tidak ditemukan titik hotspot baru di wilayah Kabupaten Kampar.
Editor : Rinaldi