KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar memastikan tidak ada kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah Kabupaten Kampar hingga Rabu (3/6/2026) sore.
Kondisi di seluruh wilayah kabupaten dilaporkan aman dan terkendali berdasarkan hasil pemantauan harian BPBD.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Hal ini menyusul adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kampar.
Baca Juga: Atasi Persoalan Infrastruktur yang Mendesak, Wako Agung Tanam Petugas OP di Setiap Kecamatan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Adi Candra Lukita mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan kejadian bencana yang masuk dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kampar.
“Berdasarkan laporan harian yang kami terima, kondisi wilayah Kabupaten Kampar masih aman dan tidak terdapat kejadian bencana yang tercatat. Namun masyarakat tetap harus waspada terhadap perkembangan cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu,” ujar Adi Candra.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, kondisi cuaca di Kabupaten Kampar pada Rabu (3/6) didominasi cerah berawan dengan suhu udara berkisar 29 hingga 30 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara mencapai 69 persen, sementara kecepatan angin tercatat sekitar 9,1 kilometer per jam yang bertiup dari arah tenggara.
Baca Juga: RS Awal Bros Pekanbaru Terima Penghargaan Menteri Kesehatan RI
Selain kondisi cuaca, BPBD juga memantau kualitas udara di wilayah Kampar. Data Air Quality Monitoring System (AQMS) atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada pukul 16.00 WIB menunjukkan nilai ISPU berada di angka 91 atau masuk kategori sedang, dengan parameter kritis PM2,5.
Sementara itu, hasil pemantauan operasional PLTA Koto Panjang pada pukul 07.00 WIB menunjukkan elevasi waduk berada di angka 81,20 meter di atas permukaan laut (mdpl). Debit inflow dan outflow tercatat seimbang, masing-masing sebesar 57,66 meter kubik per detik.
Adi Candra mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun BPBD serta segera melaporkan apabila menemukan potensi bencana atau kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
Baca Juga: Jamaah Haji Rohil Dijadwalkan Kembali ke Tanah Air, Tiba di Batam 7 dan 8 Juni
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mengabaikan peringatan cuaca yang dikeluarkan BMKG. Jika terjadi kondisi yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani dengan cepat,” tegasnya. (kom)
Editor : M. Erizal