KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melaporkan tidak terdapat kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kampar hingga Ahad (5/7/2026) sore.
Berdasarkan laporan harian BPBD Kampar, kondisi cuaca di wilayah Kampar diprakirakan mendung dengan suhu berkisar 26–28 derajat Celsius, kelembapan udara mencapai 82 persen, serta kecepatan angin sekitar 3,9 kilometer per jam dari arah timur laut.
Meski demikian, BPBD Kampar mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. BMKG memprakirakan adanya peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar.
Baca Juga: Polsek Benai Tertibkan Dua Unit PETI di Desa Gunung Kesiangan Kuantan Singingi
Selain itu, kualitas udara di Kabupaten Kampar berdasarkan data AQMS/ISPU pada pukul 16.00 WIB berada pada kategori sedang dengan nilai ISPU 96 dan parameter kritis PM2,5.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan PLTA Koto Panjang pada pukul 13.00 WIB, elevasi waduk tercatat 81,08 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan inflow dan outflow turbin masing-masing sebesar 179,77 meter kubik per detik.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Adi Candra Lukita mengatakan hingga saat ini kondisi Kabupaten Kampar masih aman dan terkendali dari kejadian bencana.
"Alhamdulillah hingga laporan terakhir hari ini tidak ada kejadian bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Kampar. Namun demikian, masyarakat tetap kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat masih adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah," ujar Adi.
Ia juga meminta masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG serta segera melaporkan kepada BPBD apabila ditemukan potensi maupun kejadian bencana di lingkungan sekitar.
"BPBD Kabupaten Kampar terus melakukan pemantauan kondisi cuaca, kualitas udara, serta perkembangan elevasi PLTA Koto Panjang sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi bencana hidrometeorologi," tambahnya.
Baca Juga: Berawal dari Pandemi, Mie Sagu Instan asal Meranti Kini Tembus Pasar Luar Negeri
BPBD Kampar memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan tetap terjaga guna menghadapi kemungkinan terjadinya bencana akibat perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (kom)
Editor : M. Erizal