Dua Titik Karhutla di Tambang Kampar Masih Berasap, Satgas Gabungan Terus Berjibaku

Kamaruddin • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB
Satgas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Jalan Suka Mulya, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kamis (27/8/2026).(BPBD Kampar untuk Riaupos.co)
Satgas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Jalan Suka Mulya, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kamis (27/8/2026).(BPBD Kampar untuk Riaupos.co)

 

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar mencatat dua kejadian kebakaran lahan di Kecamatan Tambang yang hingga Kamis (27/8/2026) malam masih dalam penanganan tim gabungan.

Berdasarkan laporan harian kondisi bencana hidrometeorologi BPBD Kabupaten Kampar yang diperbarui pukul 19.00 WIB, kebakaran pertama terjadi di Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang. Kebakaran berada pada lahan mineral gambut dengan vegetasi semak belukar.

Luas lahan yang terdampak tercatat sekitar 9 hektare. Hingga laporan terakhir, api masih hidup dan menimbulkan asap. Tim Satgas Darat terus melakukan upaya pemadaman dengan metode penyekatan, pendinginan, serta pemblokiran di area lokasi.

Baca Juga: Kolaborasi Hadapi Karhutla, Personel dan Peralatan di Riau Dimaksimalkan

Sebanyak 121 personel dikerahkan dalam penanganan di lokasi tersebut, terdiri dari BPBD 11 orang, Polri 30 orang, Brimob 50 orang, pihak perusahaan 5 orang, masyarakat 10 orang, serta Manggala Agni 15 orang.

Sementara itu, kebakaran lahan kedua terjadi di Jalan Suka Mulya, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, dengan luas lahan terbakar sekitar 2 hektare. Kondisi di lokasi juga masih terdapat api yang hidup dan asap.

Untuk penanganan titik kedua, BPBD menurunkan 10 personel, dibantu 6 personel Damkar dan 4 masyarakat. Satgas Darat Gabungan melakukan penyekatan, pendinginan, dan pemblokiran untuk mencegah api meluas.

Baca Juga: Unri dan Ruijie Dorong Transformasi Digital Menuju Ekosistem Smart Campus

Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan bahwa kedua lokasi kebakaran masih menjadi perhatian dan penanganan terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.

“Tim masih melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di kedua lokasi. Sampai update pukul 19.00 WIB, api masih hidup dan berasap, sehingga penanganan terus dilanjutkan untuk mengendalikan api dan mencegah meluasnya kebakaran,” jelas Adi Candra.

Ia mengatakan, berdasarkan laporan petugas di lapangan, sejauh ini tidak terdapat kendala dalam proses penanganan kedua titik kebakaran tersebut.

Baca Juga: Job Fair PCR Selama Dua Hari Diikuti 31 Perusahaan

Selain kondisi kebakaran lahan, BPBD Kampar juga mengingatkan masyarakat terhadap potensi cuaca buruk. Berdasarkan informasi prakiraan cuaca, sebagian wilayah Kabupaten Kampar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, terutama di Kecamatan Kampar Kiri, Kampar Kiri Hilir, Gunung Sahilan, dan Kampar Kiri Tengah.

Sementara itu, data AQMS/ISPU Kabupaten Kampar pada pukul 16.00 WIB menunjukkan nilai ISPU 111 dengan kategori tidak sehat, dengan parameter kritis PM2,5.

BPBD Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan maupun dampak asap. Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu meluasnya kebakaran.

Baca Juga: Kabut Asap Menipis, Kualitas Udara di Pelalawan Masuk Kategori Tidak Sehat

“Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan. Jika menemukan adanya titik api atau asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” jelas Adi Candra.

Editor : M. Erizal
bpbd kampar kebakaran lahan karhutla kampar