KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar terus melakukan pemantauan terhadap kondisi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kampar.
Berdasarkan laporan harian hingga Rabu (9/9/2026) sore, terdapat kejadian kebakaran lahan di Jalan Madura, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, yang saat ini telah berhasil dipadamkan.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan, kebakaran terjadi pada lahan gambut dengan jenis ground fire, yang meliputi perkebunan nenas dan semak belukar.
Baca Juga: Komitmen Memberdayakan Perempuan Tionghoa, SriTi Rayakan HUT Pertama
“Luas lahan yang terbakar sekitar 1,5 hektare dan hingga hari kelima tidak terdapat penambahan luas area terbakar. Kondisi api saat ini sudah padam, namun masih ditemukan asap di beberapa bagian lokasi,” jelas Adi Candra Lukita, Rabu (9/9/2026).
Ia mengatakan, proses penanganan dilakukan oleh Satgas Darat dengan melibatkan personel BPBD, Damkar, TNI, Polri serta masyarakat. Total personel yang berada di lapangan sebanyak 32 orang, terdiri dari 11 personel BPBD, 5 Damkar, 5 masyarakat, 3 TNI dan 8 Polri.
“Upaya yang dilakukan berupa penyekatan, pendinginan dan pemblokiran di area lokasi untuk memastikan api tidak kembali menyala dan mencegah meluasnya kebakaran,” ujarnya.
Baca Juga: 1.601 Pebulutangkis Muda Siap Berjuang pada Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus
Dalam penanganan tersebut, petugas mengerahkan sejumlah peralatan, antara lain satu unit mobil BPBD, satu unit kendaraan Polri, satu unit MPK milik Damkar, satu unit mobil perusahaan, 12 selang buang ukuran 1,5 inci, satu nozzle jarum 1,5 inci, dua mesin GX 200 Honda, satu embung berkapasitas 5.000 liter, empat unit HT BPBD serta satu unit sepeda motor KLX milik BPBD.
Menurut Adi, salah satu kendala utama dalam penanganan kebakaran adalah tidak tersedianya sumber air di sekitar lokasi kejadian. Kondisi tersebut menyulitkan petugas dalam melakukan suplai air untuk proses pemadaman dan pendinginan.
“Meski api sudah berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pemantauan dan pendinginan karena masih terdapat asap. Ini penting dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, khususnya pada lahan gambut,” katanya.
Baca Juga: PBM di Pekanbaru Kembali Tatap Muka Terbatas, Siswa Wajib Pakai Masker
Selain kejadian kebakaran lahan di Kecamatan Tambang, berdasarkan pemantauan hotspot pada Rabu, 9 September 2026, terdapat dua titik hotspot di wilayah Kabupaten Kampar dengan tingkat kepercayaan (confidence) medium.
Hotspot pertama terdeteksi di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, berdasarkan sumber NASA-NOAA20 pada pukul 01.34 WIB, dengan koordinat 0.58379° Lintang Utara dan 101.30778° Bujur Timur.
Sementara hotspot kedua terdeteksi di Desa Balung, Kecamatan XIII Koto Kampar, berdasarkan sumber NASA-SNPP pada pukul 13.57 WIB, dengan koordinat 0.11894° Lintang Utara dan 100.11894° Bujur Timur.
Baca Juga: Kualitas Udara Pekanbaru Hari Ini Masih Tidak Sehat
“Untuk titik hotspot yang terpantau, kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan jajaran di wilayah untuk memastikan kondisi di lapangan serta mengantisipasi apabila ditemukan potensi kebakaran,” ungkap Adi.
Di sisi lain, kondisi kualitas udara di Kabupaten Kampar berdasarkan data AQMS/ISPU pada pukul 18.30 WIB menunjukkan nilai ISPU 134, yang masuk dalam kategori Tidak Sehat. Parameter kritis yang terpantau adalah PM2,5.
BPBD Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak kualitas udara.
Baca Juga: SPPG Indragiri Hulu Kota Lama 2 Lakukan Analisa atas Menu Beraroma Basi, Ini Penyebabnya
“Masyarakat kami imbau untuk tetap memperhatikan kondisi kualitas udara. Jika tidak ada keperluan mendesak, kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan perlindungan yang diperlukan, terutama bagi masyarakat yang sensitif terhadap paparan asap dan partikulat,” imbaunya.
Sementara itu, berdasarkan informasi PLTA Koto Panjang pada Rabu, 9 September 2026 pukul 13.00 WIB, elevasi tercatat 75,38 mdpl, dengan outflow turbine sebesar 195,12 m³/detik dan inflow waduk sebesar 195,12 m³/detik.
BPBD Kabupaten Kampar akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi kebakaran lahan, hotspot, kualitas udara serta kondisi hidrometeorologi lainnya dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait guna memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi peningkatan ancaman bencana.(kom)
Editor : M. Erizal