BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melaporkan nihil kejadian bencana di wilayah kerjanya berdasarkan laporan harian kondisi bencana hidrometeorologi per Kamis (22/10/2026) sore.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar, Azwan melalui Kepala Pusdalops PB, Adi Candra Lukita menjelaskan, berdasarkan pemantauan terkini, belum terdapat kejadian bencana yang dilaporkan di wilayah Kabupaten Kampar. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
"Berdasarkan informasi prakiraan cuaca BMKG yang tercantum dalam laporan BPBD Kampar, kondisi cuaca diprakirakan cerah dengan suhu berkisar antara 29 hingga 31 derajat Celsius, kelembapan 70 persen, kecepatan angin 7 kilometer per jam dari arah timur, serta jarak pandang mencapai 6 kilometer," jelas Adi Candra.
Baca Juga: Camat Diminta Sisir Rumah Warga, Kejar Anak Pekanbaru yang Belum Diimunisasi
Adi Candra menambahkan, peringatan dini tetap dikeluarkan terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar. Sementara itu, pemantauan titik panas (hotspot) menunjukkan nihil.
Di sisi lain, BPBD Kampar juga mencatat kondisi kualitas udara berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS) atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada pukul 15.00 WIB. Nilai ISPU tercatat sebesar 182 dengan kategori tidak sehat, dengan parameter kritis berupa partikel halus PM2.5.
"Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat, terutama kelompok sensitif, agar membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara masih buruk serta menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar rumah," jelas Adi Candra.
Baca Juga: Pemkab Kampar Siapkan Subsidi Bunga Pinjaman UMKM hingga Rp40 Juta pada 2027
Selain memantau kondisi cuaca dan kualitas udara, BPBD Kampar turut memperbarui informasi elevasi Waduk PLTA Koto Panjang. Berdasarkan data Kamis (22/10/2026) pukul 13.00 WIB, elevasi waduk tercatat pada angka 76,20 meter di atas permukaan laut (mdpl). Adapun aliran keluar melalui turbin (outflow turbine) dan aliran masuk waduk (inflow waduk) masing-masing tercatat sebesar 233,37 meter kubik per detik.
BPBD Kabupaten Kampar terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi cuaca, potensi bencana hidrometeorologi, titik panas, kualitas udara, serta informasi terkait kondisi Waduk PLTA Koto Panjang.
"Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap perubahan cuaca, khususnya potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang, serta mengikuti informasi dan imbauan resmi dari instansi terkait," harap Adi Candra.