SELATPANJANG(RIAUPOS.CO) - Target dari persentase bobot pekerjaan pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe Pratama di Pulau Rangsang, Kepulauan Meranti, berkurang dampak rutinitas pasokan material. Kondisi tersebut diakui Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti M Fahri kepada Riaupos.co, akhir pekan kemarin (30/8/2024).
Meskipun begitu, dia mengaku optimis bahwa pembangunan rampung sesuai dengan jadwal yang telah tertuang dalam kontrak kerja.
"Iya, terkendala oleh rutinitas pasokan material dari laut ke darat. Kondisi tersebut dampak kondisi pelabuhan yang tidak memadai. Sehingga loading muatan harus dilakukan bertahap," ujarnya.
Untuk saat ini bobot pekerjaan sudah 15 persen. Dari skedul yang tertuang dalam kontrak, pelaksanaan masa karja masih tergolong wajar. Sehingga, mereka optimistis dan yakin bahwa pembangunan rampung sebelum 31 Desember 2024 mendatang.
"Optimistis selesai. Karena masih tergolong wajar. Batas pengerjaan itu 31 Desember 2024," ungkapnya.
Menurut Fahri, Rumah Sakit Pratama tersebut dibangun menggunakan Dana Alokask Umum (DAK) dengan besaran tidak kurang dari Rp45 miliar di atas lahan seluas 3 hektare hibah dari Pemerintah Desa Penyagun.
Anggaran sebesar sebesar itu tidak hanya meliputi pembangunan gedung atau fisik, melainkan mencakup pengadaan alat kesehatan dan armada untuk puskesmas keliling.
"Selain fisik pembangunan turut mencakup fasilitas lain, seperti alat kesehatan," ujarnya.
Dikatakan Fahri, pembangunan Rumah Sakit Pratama itu ditujukan agar lebih memudahkan masyarakat, khususnya di Kecamatan Rangsang dan sekitarnya untuk memperoleh layanan kesehatan di rumah sakit, selain tiga puskesmas yang berdekatan dengan kecamatan tersebut.
Hal itu mengingat jarak yang harus ditempuh masyarakat cukup jauh untuk menjangkau RSUD Kepulauan Meranti yang terletak di Kota Selatpanjang. Bahkan bisa memakan waktu hingga 2 jam lebih untuk bisa sampai di RSUD. Tak jarang jika masyarakat Rangsang dan sekitarnya lebih memilih berobat keluar daerah tepatnya ke kabupaten tetangga, Tanjung Balai Karimun.
"Perencanaan pembangunan Rumah Sakit Pratama di Desa Penyagun itu akan diproyeksikan menjadi rujukan untuk tiga puskesmas yang berdekatan di antaranya Puskesmas Tanjung Samak, Kedabu Rapat dan Puskesmas Sungai Tohor," ungkap Fahri.(wir)
Editor : RP Edwar Yaman