SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- PLN ULP Selatpanjang, Kepulauan Meranti merilis jadwal rencana pemadaman bergilir akibat trouble pembangkit yang terjadi sejak beberapa hari yang lalu.
Dalam estimasi sementara ini, setiap titik lokasi pemadaman akan berlangsung sekali dalam sepekan. Kepala PT PLN ULP Selatpanjang, Dalie Priasmoro menerangkan langkah itu terpaksa mereka tempuh karena beban puncak melebihi batas daya mampu pembangkit.
"Normalnya kemampuan daya bangkit PLD kita itu 13,2 Megawatt. Akibat persoalan yang baru saja terjadi ini, daya bangkit kita berkurang menjadi 11,2 Megawatt. Sementara prediksi beban puncak 12,8 Megawatt. Artinya berkurang 400 Kilowatt untuk mengcover beban puncak," ungkapnya.
Untuk itu manajemen beban akan dilakukan setiap hari pada pukul 17.30 hingga 23.00 WIB, yang sudah berlangsung sejak 7 Juni 2025 yang lalu.
"Kami berharap proses pemeliharaan dapat berjalan sesuai rencana sehingga pasokan listrik di Selatpanjang segera kembali normal," ujar Dalie.
Ia juga menambahkan bahwa tim pemeliharaan bekerja secara intensif, siang dan malam, untuk memastikan seluruh tahapan dapat diselesaikan tepat waktu.
"Langkah ini merupakan upaya preventif untuk menjaga keandalan pasokan listrik jangka panjang. Kami ingin memastikan sistem kelistrikan di Selatpanjang tetap stabil dan optimal," jelasnya.
PLN mengimbau seluruh masyarakat untuk mendukung langkah ini dengan menggunakan energi listrik secara bijak dan tetap memperhatikan keselamatan instalasi listrik di lingkungan masing-masing.
"Kami sangat menghargai dukungan dan pengertian masyarakat. Bersama, kita bisa menjaga keberlangsungan layanan listrik yang lebih baik di masa mendatang," tambah Dalie.
PLN menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas dukungan dan pengertian dalam mewujudkan pasokan listrik yang andal dan berkualitas di Selatpanjang.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau mengakses kanal resmi PLN lainnya.
Editor : Rinaldi