Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

SMAN 1 Tebingtinggi hanya Tersisa 12 Ruangan, Ijazah Siswa Ikut Terbakar

Wira Saputra • Kamis, 2 Oktober 2025 | 10:25 WIB
Kepala SMA Negeri 1 Tebingtinggi Poyadi meninjau bangunan sekolah setelah sempat terbakar pada Selasa (30/9/2025).
Kepala SMA Negeri 1 Tebingtinggi Poyadi meninjau bangunan sekolah setelah sempat terbakar pada Selasa (30/9/2025).

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hebat yang melanda SMA Negeri 1 Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, benar-benar menyisakan duka mendalam. Tidak hanya puluhan ruangan rata dengan tanah, tetapi juga berkas-berkas penting, termasuk ijazah siswa, ludes terbakar.

Kepala SMAN 1 Tebingtinggi Poyadi, dengan wajah pucat menuturkan fakta memilukan di tengah puing-puing sekolah. ’’Ada beberapa siswa yang belum mengambil ijazah, dan ijazahnya habis terbakar,’’ ujarnya lirih kepada Riau Pos, Rabu (1/10).

Menurutnya, ruangan di lantai 2 yang habis dilahap api meliputi enam kelas rombel, labor bahasa, labor komputer, ruang PPID, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, perpustakaan, ruang operator, hingga aula. Sementara di lantai dasar, kebakaran juga menggerogoti ruang wakil kepala sekolah, majelis guru, serta labor fisika dan kimia.

Akibatnya, arsip penting sekolah nyaris tak bersisa. Hanya izajah cetakan terbaru (2024 ke atas) yang bisa diprin ulang, sedangkan lulusan tahun sebelumnya hanya akan mendapat surat keterangan terbakar yang dikeluarkan sekolah dengan pengesahan Disdik Provinsi Riau dan kepolisian.

Musibah ini memaksa seluruh aktivitas belajar mengajar berhenti total. Poyadi menegaskan, seluruh siswa diliburkan hingga Senin (6/10), sambil menunggu keputusan resmi dari Disdik Provinsi Riau.

’’Menjelang ada keputusan dari provinsi, maka pembelajaran dari rumah dan siswa tidak dibenarkan datang ke sekolah sampai hari Senin,’’ jelasnya.

Saat ini, hanya 12 ruangan yang tersisa dari total puluhan yang terbakar. Sekolah ini menampung 787 siswa, yang terdiri dari kelas X, XI, dan XII. Poyadi berharap kebijakan segera turun, agar proses belajar bisa dilakukan meski harus membagi jadwal pagi dan siang.

’’Mudah-mudahan sudah ada keputusan dari provinsi sebelum Senin depan. Kalau dibolehkan pakai ruangan yang tersisa, mungkin bisa pagi dan siang jadwal sekolahnya,’’ tambahnya.

Menumpang di SMA Kalam Kudus Meski sekolah luluh lantak, siswa kelas XII tetap harus menghadapi tes kemampuan akademik (TKA) pada November mendatang. Untuk itu, SMA Kalam Kudus Selatpanjang bersedia meminjamkan ruang labor mereka sebagai tempat ujian.

’’Untuk TKA, sebanyak 256 siswa kelas XII akan menumpang di SMA Kalam Kudus. Ada dua labor yang bisa digunakan dan alhamdulillah kami sudah diterima di sana untuk ujian TKA,’’ tutur Poyadi penuh rasa syukur.

Tes nasional yang digelar Kemendikbud itu mengukur penguasaan konsep inti serta kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa, sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.(wir)

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpajang

Editor : Arif Oktafian
#bangunan #siswa #Kebakaran sekolah di selatpanjang #SMAN 1 Tebingtinggi kebakaran #sman 1 tebingtinggi #meranti #kebakaran