SELATPANJANG (RIAUPOS.CO)- Memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah menyusul eskalasi konflik antara Amerika, Israel dan Iran turut menjadi perhatian masyarakat di daerah, termasuk keluarga jemaah umrah asal Kabupaten Kepulauan Meranti yang saat ini masih berada di Tanah Suci.
Meski demikian, kondisi para jemaah dilaporkan aman dan tetap dapat menjalankan ibadah sebagaimana mestinya. Informasi tersebut disampaikan oleh salah satu pengelola biro perjalanan umrah di Kepulauan Meranti, Aprianto, saat dikonfirmasi Riaupos.co, Selasa (1/3/2026).
Menurutnya, hingga komunikasi terakhir yang dilakukan dengan rombongan jemaah, tidak ada gangguan berarti yang mereka rasakan. Aktivitas ibadah di Mekkah dan sekitarnya tetap berlangsung normal.
“Alhamdulillah, sejauh ini jemaah kami dalam keadaan baik. Mereka tetap fokus beribadah dan tidak ada kendala selama menjalankan rangkaian umrah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari total sekitar belasam jemaah asal Kepulauan Meranti yang tengah menunaikan ibadah umrah melalui berbagai travel, sebanyak tiga orang di antaranya diberangkatkan melalui biro perjalanan yang ia kelola.
Aprianto menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan situasi terkini. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan pihak travel pusat serta maskapai penerbangan guna memastikan keamanan dan kelancaran jadwal kepulangan.
“Kami tetap melakukan monitoring dan menjalin komunikasi dengan pihak terkait. Hal ini penting agar jadwal kepulangan jemaah dapat berjalan sesuai rencana,” jelasnya.
Ia menyebutkan, dua dari tiga orang jemaah yang berangkat melalui travelnya dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada, Selasa (3/3/2026) malam. Sementara seorang lainnya menyusul. Namun demikian, pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipatif apabila terjadi perubahan situasi yang berdampak pada jadwal penerbangan.
“Saat ini jadwalnya masih sesuai rencana. Tetapi kami tetap berkoordinasi dengan maskapai, mengingat sebelumnya sempat ada keterlambatan kepulangan akibat kondisi di kawasan tersebut,” tambahnya.
Aprianto berharap situasi keamanan di Timur Tengah segera kembali kondusif sehingga seluruh jemaah, khususnya yang berasal dari Kepulauan Meranti, dapat menyelesaikan ibadah dengan tenang dan kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat.
Ia juga mengimbau keluarga jemaah di daerah agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, pihak travel akan terus memberikan pembaruan informasi resmi terkait perkembangan kondisi dan jadwal kepulangan.
Dengan komunikasi yang terus terjaga serta koordinasi lintas pihak yang intensif, diharapkan seluruh proses ibadah hingga kepulangan jemaah dapat berlangsung lancar tanpa kendala berarti.(wir)
Editor : Edwar Yaman