JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Singkong atau sebagian masyarakat Riau menyebutnya ubi kayu, merupakan pangan yang sangat mudah dijumpai dan harganya di pasaran relatif murah.
Singkong juga mudah untuk dikembang biakan atau ditanam. Dengan tidak ada perawatan khusus, budi daya singkong dapat dilakukan siapa saja. Dengan jangka waktu yang relatif singkat, singkong sudah bisa dipanen.
Di balik harga yang murah, budi daya yang mudah, ternyata singkong merupakan umbi yang kaya akan serat dan dapat membantu mengatur kadar gula dan kolesterol dalam darah. Oleh karena itu dapat mencegah penyakit seperti diabetes, serangan jantung dan stroke, serta meningkatkan aliran usus.
Singkong mengandung pati resisten, sejenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna dan bertindak mirip dengan serat di dalam tubuh.
Singkong sendiri dapat memberi makan bakteri menguntungkan di usus dan meningkatkan pencernaan. Dapat juga dikonsumsi untuk mencegah kondisi seperti sembelit, maag atau kanker usus.
Dikutip oleh JawaPos.com, Sabtu (3/8) di laman tuasaude.com berikut 10 manfaat singkong bagi kesehatan tubuh jika tidak dikonsumsi secara berlebih:
1. Mencegah penyakit kardiovaskular
Singkong mengandung banyak serat, yaitu senyawa yang membantu mengurangi penyerapan lemak. Ini membantu mengurangi kolesterol LDL dalam darah, yang dapat mencegah penyakit seperti serangan jantung, aterosklerosis dan stroke.
Selain itu, singkong juga mengandung potasium dan magnesium, mineral yang membantu menghilangkan kelebihan natrium dalam urin dan meningkatkan relaksasi pembuluh darah. Hal ini dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi.
2. Meningkatkan energi
Karena tinggi karbohidrat, singkong dapat membantu meningkatkan energi dan suasana hati serta menjaga kadarnya tetap tinggi sepanjang hari.
Baca Juga: Ternyata! Ini 5 Tanda Seseorang yang Rindu dan Memikirkan Anda dari Kejauhan
Artinya, tuberkel ini bisa menjadi tambahan makanan yang bagus untuk orang-orang yang sering berolahraga atau bekerja dengan aktivitas tinggi, seperti pekerja konstruksi, pengantar surat, petani, dan pemulung.
3. Membantu mengelola diabetes
Singkong dapat membantu mengelola diabetes karena mengandung serat dan pati resisten.
Ini membantu mengurangi kecepatan penyerapan gula ke dalam darah, yang dapat meningkatkan kadar glukosa lebih seimbang.
4. Meningkatkan kesehatan kulit, kuku dan rambut
Cassaba merupakan sumber vitamin C yang merupakan nutrisi yang membantu meningkatkan produksi dan penyerapan kolagen. Hal ini dapat membantu meningkatkan elastisitas kulit dan rambut, serta memperkuat kuku.
5. Memperbaiki pencernaan
Singkong mengandung pati resisten dalam jumlah besar, yang dapat menyeimbangkan flora usus, melancarkan pencernaan, dan mencegah berkembangnya kondisi pencernaan, seperti maag dan maag.
6. Memperkuat sistem kekebalan tubuh
Karena mengandung vitamin A, vitamin C dan karotenoid (yang merupakan komponen dengan aksi antioksidan kuat), singkong dapat membantu memperkuat sel sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi.
Hal ini dapat membantu mencegah berkembangnya alergi, pilek dan flu.
7. Membantu penurunan berat badan
Singkong memiliki kandungan pati resisten dan serat dalam jumlah tinggi, yang merupakan nutrisi yang mempersingkat waktu pencernaan.
Oleh karena itu, singkong dapat membantu membuat Anda kenyang dan mengurangi nafsu makan sepanjang hari sehingga berujung pada penurunan berat badan.
8. Mencegah beberapa jenis kanker
Karena tinggi vitamin C, flavonoid, karotenoid dan vitamin C (yang merupakan komponen dengan aksi antioksidan), singkong dapat membantu melawan radikal bebas berlebih dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Hal ini dapat membantu mencegah beberapa jenis kanker, seperti kanker usus, lambung dan payudara.
9. Meningkatkan mood
Pati resisten yang ada dalam singkong dapat meningkatkan keseimbangan bakteri usus baik di usus, sehingga meningkatkan produksi serotonin.
Neurotransmitter ini bertanggung jawab atas pengaturan suasana hati dan kesejahteraan secara keseluruhan.
10. Mencegah sembelit
Serat pektin dan beta-glukan yang ada dalam singkong dapat membantu memperlancar buang air besar.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Edwir Sulaiman