PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Banyak orang masih mengira bahwa reumatik hanyalah keluhan sendi biasa yang muncul seiring bertambahnya usia atau setelah beraktivitas fisik berat. Padahal, tidak semua nyeri sendi adalah reumatik, dan tidak semua jenis reumatik bersifat ringan. Salah satu bentuk paling serius adalah penyakit reumatik autoimun, yaitu kondisi ketika sistem imun justru menyerang jaringan tubuh sendiri.
Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, termasuk anak muda, dan dampaknya tidak hanya menimbulkan nyeri berkepanjangan, tapi juga bisa merusak organ tubuh seperti ginjal, paru, jantung, hingga otak. Sayangnya, banyak pasien yang baru menyadari kondisi ini ketika gejalanya sudah berat atau komplikasi telah muncul.
Reumatik autoimun merupakan kelompok penyakit sistemik yang melibatkan banyak organ tubuh. Beberapa bentuk yang sering dijumpai di layanan reumatologi RS Awal Bros Pekanbaru adalah Artritis Reumatoid, Lupus Eritematosus Sistemik (SLE), Ankylosing Spondylitis, Psoriatic Arthritis, hingga Skleroderma. Masing-masing penyakit memiliki karakteristik berbeda dan memerlukan pendekatan diagnosis serta terapi yang spesifik.
Gejalanya bisa sangat bervariasi. Keluhan yang sering muncul antara lain adalah nyeri sendi saat istirahat, kelelahan berat, sariawan berulang, bercak kulit, demam tanpa sebab, mata kering dan merah, hingga gangguan pada sistem pencernaan. Beberapa pasien bahkan datang dengan keluhan lemah otot atau tidak mampu naik tangga secara bertahap.
Mendiagnosis reumatik autoimun tidak cukup dengan satu tes saja. Di RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru, proses diagnosis dilakukan secara komprehensif, dimulai dari wawancara medis, pemeriksaan fisik mendetail, hingga pemeriksaan laboratorium dan pencitraan seperti USG sendi, rontgen, atau MRI. Pemeriksaan autoantibodi juga penting untuk membantu mendeteksi aktivitas sistem imun yang menyimpang. Semua hasil pemeriksaan kemudian dievaluasi berdasarkan panduan diagnosis dari lembaga internasional seperti ACR dan EULAR.
Dalam hal penanganan, RS Awal Bros menyediakan terapi terkini yang mengacu pada pedoman nasional dan global. Terapi reumatik autoimun tidak hanya berfokus pada pemberian obat, seperti antiinflamasi, DMARDs, hingga imunosupresan. Tetapi juga menyertakan edukasi gaya hidup sehat, manajemen stres, dan pendampingan berkelanjutan agar pasien dapat menjalani hidup dengan lebih baik. Fisioterapi, pola makan anti-inflamasi, serta pemantauan berkala menjadi bagian penting dari manajemen jangka panjang.
Masyarakat juga perlu mengenali faktor-faktor risiko yang dapat memicu penyakit ini, seperti riwayat keluarga dengan gangguan autoimun, paparan sinar ultraviolet berlebihan, stres kronis, merokok, serta infeksi tertentu. Gaya hidup yang sehat dan seimbang dapat membantu menekan risiko munculnya gejala dan memperlambat progresivitas penyakit.
Komplikasi dari reumatik autoimun sangat beragam, mulai dari kerusakan sendi permanen hingga gangguan paru, jantung, dan ginjal. Tanpa penanganan yang tepat, penyakit ini bisa berkembang menjadi kondisi yang mengancam keselamatan pasien. Oleh karena itu, pemeriksaan sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan organ yang tidak bisa dipulihkan.
Jika Anda atau keluarga mengalami gejala reumatik yang tidak biasa, seperti nyeri sendi menetap, demam berulang, kelelahan berat, atau gejala sistemik lainnya, segera konsultasikan ke dokter spesialis penyakit dalam konsultan reumatologi. Di RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru, Anda bisa mendapatkan layanan diagnosis menyeluruh, terapi berbasis bukti medis terkini, serta pendampingan yang komprehensif.
Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran layanan, hubungi Call Center RS Awal Bros di 1500-088 atau kunjungi website resmi www.awalbros.com. Kenali lebih awal, tangani lebih cepat, karena hidup sehat dimulai dari keputusan bijak hari ini.***