TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Setelah sempat naik dua hari yang lalu, kini debit air Sungai Kuantan kembali surut. Pantauan Riau Pos dari tugu pengukuran debit air Sungai Kuantan di Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, Jumat, (17/5) memperlihatkan penurunan debit air 1 meter.
Hal itu diperkuat pengakuan Petugas Balai Hidrologi Wilayah Sungai Sumatera III Provinsi Riau Erianto kepada Riau Pos, Jumat (17/5) sore. Menurut Erianto, meski Kuansing masih diselingi hujan, namun kondisi Sungai Kuantan mengalami penurunan.
"Iya. Jika dibandingkan dengan dua hari yang lalu, ada penyusutan Sungai Kuantan 1 meter. Saat ini ketinggian Sungai Kuantan berada di angka 4,2 meter. Kalau dua hari yang lalu mencapai 5,5 meter. Sehingga rumah warga bagian hilir Kuansing ada yang terendam," kata Erianto.
Erianto membeberkan, naik turunnya debit air Sungai Kuantan berpengaruh dengan cuaca yang terjadi di daerah aliran sungai di Sumbar. Jika hujan di aliran Sungai Batang Ombilin, Sinamar dan Sungai Batang Palangki, maka debit Sungai Kuantan akan naik.
"Berarti curah hujan di Sumbar dua hari ini tidak tinggi. Kalau hanya hujannya di Kuansing, debit air Sungai Kuantan tidak terlalu berpengaruh. Yang berpengaruh nanti debit air di bagian hilir Kuansing dan Kabupaten Indragiri Hulu," kata Erianto.
Namun demikian, kata Erianto, jika hujan di Kuansing dalam intensitas tinggi, maka beberapa daerah yang dialiri anak-anak sungai akan meluap. Karena anak-anak sungai ini berpotensi sebagai pemicu banjir bandang.
"Di Kuansing, ada beberapa desa yang menjadi langganan banjir yang disebabkan meluapnya anak sungai, seperti di Desa Petapahan, Pantai dan Desa Mudik Ulo. Desa-desa ini apabila turun hujan dalam durasi lama, maka ratusan rumah akan terendam," beber Erianto.
Erianto tetap mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Kuantan untuk tetap waspada. Karena, beberapa pekan ke depan, cuaca ekstrim akan tetap terjadi.
"Tetap waspada. Karena, banjir yang terjadi di Kuansing selama ini adalah banjir kiriman dari Provinsi Sumbar. Karena, hulu Sungai Kuantan kita ini berada di Sumbar. Jika di hulunya banjir, maka bagian hilir juga akan mengalami banjir," terang Erianto.(ade)
Editor : RP Arif Oktafian