TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Ratusan orang yang terdiri dari perempuan, laki-laki serta anak-anak berkumpul di salah satu tempat di Desa Sungai Alah, Kecamatan, Hulu Kuantan, Ahad (16/6/2024) pagi.
Kehadiran mereka dalam rangka menurunkan jalur baru Palimo Olang Putie ke sungai Kuantan. Dalam penurunan perdana tersebut, berbagai prosesi sarat mistik tersaji mulai dari mencari waktu yang tepat untuk diluncurkan ke sungai Kuantan.
Tidak jauh berbeda dengan jalur lain, prosesi penurunan jalur Palimo Olang Putie yang di sponsori oleh BPKAD Kuansing ini juga harus ditentukan oleh orang tua jalur atau lebih akrab disebut dengan dukun jalur.
Pj Kepala Desa Sungai Alah, Hasben kepada riaupos.co, Ahad (16/6/2024) mengakui, setiap jalur yang akan diturunkan ke sungai kuantan selalu mencari waktu yang mereka anggap punya keberuntungan.
"Ini bagian dari tradisi kita. Mencari hari dan jam yang pas untuk menurunkan jalur ke sungai. Selain itu, ada juga yang menyiapkan berbagai benda seperti beras kuning, ayam, buah kelapa, daun-daunan yang dianggap masyarakat Kuansing mempunyai nilai mistik yang juga biasa digunakan masyarakat sebagai tradisional," kata Hasben.
Hasben membeberkan, terkait orang tua jalur, tidak ada sang pawang yang bisa membuat jalur menjadi laju. Keberadaan orang tua jalur adalah untuk menentukan hari baik ketika akan menuju gelanggang.
"Iya. Tadi kami menurunkan jalur baru Desa Sungai Alah. Jika melihat kekompakan masyarakat, saya yakin jalur baru ini akan berprestasi seperti yang sudah-sudah. Terima kasih kepada masyarakat dan pemacu dan pengurus jalur. Semoga jalur baru ini semakin berprestasi," kata Hasben.
Camat Hulu Kuantan, Azisman yang juga hadir dalam acara itu meminta kepada masyarakat untuk tetap kompak. "Kuncinya adalah rajin latihan. Jaga marwah desa dan nama baik kecamatan," harap Azisman.
Dalam acara tersebut, masyarakat juga menyiapkan makanana khas Kuansing yaitu konji Barayak untuk masyarakat.
Laporan: Mardias Can (Telukkuantan)
Editor : RP Edwir Sulaiman