TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Aksi penambangan emas tanpa izin (PETI) kembali memakan korban, Rabu (2/10) seorang warga yang diduga tengah melakukan aktivitas PETI, tak jauh di belakang SMA Pintar Kuansing, Desa Koto Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah ditemukan meninggal dunia di lokasi.
Korban meninggal dunia akibat longsoran tanah saat melakukan penambangan. Kejadian itu sontak membuat heboh masyarakat Kuansing. Video dan foto-foto di lokasi PETI itu beredar di sejumlah WA grup Kuansing.
Pria yang meninggal berinisial L, warga Desa Pintu Gobang, Kecamatan Kuantan Tengah. Tubuh korban, langsung dibawa ke rumah duka. “Iya, memang benar ada sosok pria yang ditemukan di lokasi PETI dan diduga sedang melakukan aksi penambangan,” papar Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH yang dikonfirmasi Riau Pos, Rabu (2/10).
Dijelaskan Pangucap, saat mendapatkan laporan, tim Reskrim Polres Kuansing dipimpin Kasat Reskrim AKP Shilton turun ke lokasi kejadian sampai ke rumah korban.
Saat di lokasi, mereka tidak menemukan adanya rakit PETI. Namun yang ditemukan di lokasi bekas galian. “Kalau rakit PETI tidak ditemukan. Kemungkinan menggunakan penambangan dengan mesin sedot Robin. Tapi juga tidak ada ditemukan di lokasi,” ujar Pangucap.
Menurut informasi yang dia terima, pihak keluarga korban tidak mengenali orang yang mengantarkan korban ke rumah duka. “Orang itu mengantarkan korban ke rumah duka, lalu pergi begitu saja. Dan keluarga korban, tidak mengenalinya,” jelas Pangucap.
Pihaknya, akan melakukan pendalaman kejadian ini. “Bagaimana kronologinya, siapa orang yang mengantar, akan kita dalami lebih jauh,” ujar Pangucap lagi.
Aktivitas PETI memang masih saja terjadi. Padahal, operasi penertiban yang dilakukan Polres Kuansing dan jajaran serta larangan melakukan aktivitas PETI rutin dilakukan. Namun belum membuat jera para pelaku meski sudah beberapa kali memakan korban.(gem)
Editor : Rindra Yasin