TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Kabupaten Kuansing mulai diguyur hujan lagi. Senin (24/2/2025) pagi, hampir semua wilayah Kuansing diguyur hujan yang cukup deras. Sejumlah ruas jalan di Kuansing sempat digenangi air hujan.
Kondisi ini sudah terjadi dalam tiga hari belakangan. Intensitas curah hujan mulai tinggi. Syukurnya, kondisi ini belum berdampak pada kebencanaan di Kuansing.
Kalaksa BPBD Kuansing, H Yulizar menyebutkan, memang dari perkiraan BMKG curah hujan di bulan Februari sedang.
Puncaknya bulan Maret 2025 dengan intensitas tinggi. "Kalau sekarang masih sedang. Maret akan tinggi," sambung Yulizar.
Yulizar menyebut, dengan tenaga BPBD Kuansing dari tenaga honorer yang dirumahkan, mereka kesulitan melakukan pemantauan kondisi di lapangan. Apalagi bila musibah bencana banjir dan lainnya datang.
Pasalnya, 30 orang tenaga honorer yang dirumahkan itu, rata-rata tenaga tanggap darurat bencana yang ditugaskan melakukan pemantauan.
"Nah sekarang, tenaga PNS yang ada di BPBD Kuansing itu tinggal 21 orang. Kalau terjadi bencana, BPBD akan kerepotan," kata Yulizar.
Karena itu, dia menyampaikan kondisi itu pada Pj Sekda Kuansing agar CPNS dan PPPK tahap I yang sudah lulus dari honorer, bisa langsung masuk kerja.
Dari data yang ada, 38 orang CPNS dan PPPK tahap I dari honorer yang lulus untuk BPBD Kuansing. Langkah ini, lanjut Yulizar untuk menutupi kekurangan personel di BPBD Kuansing.
Dia berharap, usulan itu bisa disetujui. "Sebab, BPBD Kuansing memang sangat butuh personel," katanya.
Meski begitu, sambil menunggu tambahan personel, BPBD Kuansing tetap melakukan pemantauan dengan berkoordinasi bersama pihak kecamatan. Sejauh ini, Kuansing masih aman dari banjir dan bencana lainnya. (dac)
Editor : M. Erizal