TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Tahun ini, di Hari Raya Iduladha, Kabupaten Kuansing kembali mendapatkan bantuan satu ekor sapi kurban presiden. Sapi kurban itu bernama Jhoni memiliki bobot 823 kg berjenis Limnsin.
Sapi kurban bantuan presiden RI ini milik salah seorang peternak di Kuansing bernama Suyitno Desa Sumber Datar Kecamatan Singingi. Kini, kondisi sapi dalam kondisi sehat dan tengah dalam perawatan.
"Alhamdulillah, tahun ini kita juga dapat bantuan hewan kurban presiden satu ekor, jenis sapi Limosin dengan berat diperkirakan 823 kg. Namanya, Jhoni," ungkap Kadis Perkebunan dan Peternakan Kuansing Andriyama Putra melalui Kabid Kesehatan Hewan drh Asrul, Sabtu (l6/5/2026) di Telukkuantan.
Baca Juga: Kaoru Mitoma Dipastikan Absen di Piala Dunia, Takehiro Tomiyasu Dipanggil Kembali ke Skuad Jepang
Pengusulan bantuan sapi kurban presiden ini, kata Asrul, diusulkan kabupaten ke Dinas Peternakan Riau yang kemudian disampaikan ke Presiden RI.
Untuk di Kabupaten Kuansing sendiri, dilakukan seleksi berat sapi dan kesehatannya. Hasilnya, Jhoni, sapi jenis Limosin milik peternakan Kuansing asal Desa Sumber Datar Kecamatan Singingi, Suyitno yang diusulkan.
Bantuan sapi kurban presiden RI ini akan diserahkan pada salah satu masjid di Kecamatan Inuman. Sapi kurban bantuan presiden RI ini akan diantar satu hari menjelang hari H Iduladha.
Baca Juga: Ungkap Kedekatannya dengan Sung Si Kyung, Raisa: Bermula dari Nonton Konser atas Undangan Teman
Untuk kebutuhan hewan kurban sendiri, untuk Kabupaten Kuansing pada tahun 2026 ini diprediksi totalnya mencapai 2.832 ekor. Permintaan sapi masih paling tinggi yakni 2.317 ekor, kerbau 145 ekor an kambing 370 ekor.
Secara umum, lalu lintas di daerah perbatasan wilayah provinsi seperti di Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik sebagai kontrol kesehatan hewan tetap dilakukan setiap hari. Untuk cek kesehatan hewan, biasanya di lakukan seminggu sebelum hari kurban di pengumpul/toke dan peternak besar.
Disbunnak Kuansing pada hari pemotongan, kepada petugas dilapangan diminta hadir minimal di wilayah berdomilisi masing yang terjangkau untuk langsung melakukan pemotongan.
Baca Juga: Riezka Rahmatiana Dorong Program Ketahanan Pangan Nasional di Riau
Asrul menyebutkan, kasus yang paling di jumpai petugas saat pemotongan hewan kurban adalah, dijumpainya cacing pita atau hati.
"Kalau ini ditemukan, mana yang kena akan dibuang. Seperti cacing hati itu dibagian hati akan dibuang langsung. Dan untuk dagingnya aman di konsumsi. Kecuali hewan kurban terserang penyakit antraks, memang tidak bisa di konsumsi. Dan Kuansing aman dengan penyakit ini," ujar Asrul.(dac)
Debit Air Sungai Kuantan Surut, BPBD Kuansing Catat 526 Rumah Di Empat Kecamatan Terdampak Banjir
Kondisi debit air Sungai Kuantan jauh surut dan aman dari permukiman warga, Sabtu (16/5/2026). (Desriandi Candra/Riaupos.co)
Editor : Edwar Yaman