TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Di tahun 2026 ini, di Hari Raya Iduladha, Kabupaten Kuansing kembali mendapatkan bantuan satu ekor sapi kurban presiden. Sapi kurban itu bernama Jhoni memiliki bobot 823 kg berjenis Limonsin. Sapi kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto ini milik salah seorang peternak di Kuansing bernama Suyitno Desa Sumber Datar Kecamatan Singingi.
"Hari ini, sapi bantuan Presiden ini diantarkan ke Masjid Omak Kecamatan Inuman. Perkiraan kami sebelum Asar sudah sampai di lokasi," ungkap Kadis Bunnak Kuansing Andriyama Putra lewat Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh Asrul, Selasa (26/5/2026).
Kondisi kesehatan sapi bantuan presiden itu dalam kondisi sehat. Disbunnak Kuansing sendiri memastikan pengantaran sapi bantuan presiden ini sampai di tujuan. Bahkan mereka akan memantau hingga pada pemotongan.
"Kami akan pantau hingga ke pemotongan sapi bantuan presiden ini," kata Asrul.
Pengusulan bantuan sapi kurban presiden ini, diusulkan kabupaten ke Dinas Peternakan Riau yang kemudian disampaikan ke Presiden RI.
Untuk di Kabupaten Kuansing sendiri, dilakukan seleksi berat sapi dan kesehatannya. Hasilnya, Jhoni, sapi jenis Limonsin milik peternakan Kuansing asal Desa Sumber Datar Kecamatan Singingi, Suyitno yang diusulkan.
Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM menyampaikan selamat Iduladha pada seluruh masyarakat Kuansing. Soal adanya penurunan animo masyarakat dalam berkurban di hari raya Iduladha 2026, tak di tampiknya ada pengaruh sedikit daya beli atau ekonomi masyarakat yang menurun.
Baca Juga: Kuansing Bahas Ancaman Elnino, Waspada Karhutla
Kondisi itu disebabkan beberapa komoditi yang menjadi usaha masyarakat juga mengalami penurunan harga jual.
Berkurban, merupakan kewajiban umat muslim bagi yang mampu. Itu pun hanya diwajibkan satu kali. Dengan kondisi ekonomi sekarang, ia menganjurkan agar masyarakat tidak perlu memaksakan diri untuk berkurban tahun ini. Begitu juga bagi yang sudah berkurban tahun lalu, tidak memaksakan diri untuk melanjutkan berkurban tahun ini kembali. Sebaliknya, bagi masyarakat yang mampu, hendak lah berkurban.
"Berkurban itu harus dengan hati yang ikhlas. Kalau ekonomi kita tahun ini sedang turun, tunda dulu. Nanti tahun depan kalau kembali membaik, berkurban. Berkurban itu hanya satu kali kewajiban bagi yang mampu,"papar Suhardiman Amby.
Baca Juga: RSUD Arifin Achmad Siap Jadi Benteng Utama Pelayanan Kesehatan di Riau Peringati Golden Anniversary
Di tahun ini, Suhardiman Amby ikut kembali berkurban dua ekor sapi di kampung halamannya, Desa Pulau Panjang Hulu Kecamatan Inuman. Daging sapi itu sebagian akan dibagikan pada santri Pondok Pesantren Imam Saleh dan senagian akan dibagikan untuk masyarakat sekitar kampung halamannya.
"Mudah-mudahan ini bisa bermanfaaat bagi masyarakat lain yang membutuhkan," ujar Suhardiman Amby.(dac)
Editor : Edwar Yaman