TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Kasus keracunan anak sekolah akibat memakan menu Makan Bergizi Gratis (MBG), banyak terjadi. Termasuk di beberapa wilayah di Riau.
Sehingga banyak para orang tua murid yang kini menolak menu MBG yang diantar. Syukurnya, kasus keracunan ini belum terjadi di Kabupaten Kuansing.
Mengantisipasi kasus keracunan anak akibat mengkonsumsi menu makanan yang sudah kadaluwarsa, Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kuansing Rosi Padli mengingatkan kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Kuansing untuk memastikan kualitas menu makanan MBG yang di antar ke sekolah-sekokah. Jangan sampai menu makanan yang di antar dalam kondisi kedaluarsa atau basi.
Baca Juga: Sempat Berupaya Dilarikan Pelaku, Dua Rakit PETI di Sungai Kuantan Dibakar. Pelaku Kabur
Sebab, akan berakibat fatal pada anak. Yakni keracunanan makanan. "Ini setiap hari kita sampaikan pada semua SPPG di Kabupaten Kuansing," ujar Rosi Padli, Ahad (13/9) di Telukkuantan.
Rosi Padli menyebutkan, sebelum menu makanan MBG di antar pada anak penerima manfaat di sekolah, menu makanan dicek kualitas kesehatannya setiap jam (per satu jam) oleh pengawas MBG langsung melalui zoom.
Begitu juga setelah menu makanan MBG di distribusi ke sekolah. Tetap dilakukan pengecekan kesehatan melalui sampel menu makanan MBG yang ada di semua dapur SPPG di Kabupaten Kuansing.
"Jadi kalau hasil cek sampel menu makanan yang ada di dapur SPPG kadarluarsa atau basi, mereka bisa langsung mengubungi sekolah penerima manfaat MBG dari SPPG yang bersangkutan. Alhamdulillah, sejauh di Kuansing aman dan mudah-mudahan tetap aman," ujar Rosi.
Baca Juga: Kasus ISPA di Kuansing Bertambah jadi 1.138 Kasus
Di Kabupaten Kuansing, lanjut Rosi Padli, program MBG sudah dinikmati 399 sekolah dan 55.698 orang anak dari 11 kecamatan di Kabupaten Kuansing.(dac)
Editor : Arif Oktafian