Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Sampah Jadi Uang, Upaya Pemko Pekanbaru Wujudkan Green City

Afiat Ananda • Minggu, 8 Maret 2026 | 14:25 WIB

Desain waste station tempat penerimaan dan penukaran sampah menjadi uang.
Desain waste station tempat penerimaan dan penukaran sampah menjadi uang.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota Pekanbaru terus menggencarkan program penataan kota dengan visi menjadikan Pekanbaru sebagai Green City. Salah satu sektor yang menjadi perhatian serius adalah pengelolaan sampah.

Selain meningkatkan kinerja pengangkutan sampah, Pemko Pekanbaru juga akan menyediakan fasilitas penukaran sampah menjadi uang bagi masyarakat.

Program ini merupakan gagasan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, sebagai upaya inovatif untuk mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah.

Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Rekosistem, sebuah perusahaan teknologi pengelolaan sampah dan pemulihan material dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, masyarakat dapat menukarkan berbagai jenis sampah yang masih memiliki nilai ekonomi menjadi uang.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan, program ini merupakan langkah konkret pemerintah kota dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di Pekanbaru.

“Ini salah satu upaya Pemko Pekanbaru untuk mengatasi persoalan sampah. Masyarakat tidak hanya membuang sampah, tetapi juga bisa mendapatkan nilai ekonomi dari sampah tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini terlebih dahulu harus mengunduh aplikasi Rekosistem di ponsel. Setelah itu, pengguna membuat akun sebelum melakukan penukaran sampah di lokasi drop point yang telah disediakan.

Adapun jenis sampah yang dapat ditukarkan cukup beragam, di antaranya plastik dan botol plastik, botol kaca, minyak jelantah, kertas atau kardus, logam, hingga barang elektronik bekas.

Menurut Agung, seluruh fasilitas yang tersedia dalam program ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh pembiayaan ditanggung oleh pihak ketiga, yakni Rekosistem.

“Semua fasilitas ini tidak menggunakan APBD. Seluruhnya ditanggung oleh pihak ketiga, yakni Rekosistem. Jadi sistemnya berjalan secara digital dan terintegrasi,” jelasnya

Selain menyediakan fasilitas drop point, rekosistem juga akan menghadirkan tempat pengolahan sampah sehingga seluruh proses pengelolaan berjalan berbasis sistem.

Program ini bahkan disebut menjadi yang pertama di Sumatera yang menyediakan fasilitas penukaran sampah menjadi uang berbasis aplikasi dengan jaringan drop point di berbagai lokasi strategis kota.

“Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Pekanbaru semakin aktif memilah sampah dari rumah serta ikut berkontribusi dalam menjaga kebersihan kota sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi dari sampah yang mereka kumpulkan,” ujarnya.(hbk)

Editor : Bayu Saputra
#Waste Station #lingkungan #green city #pemko pekabaru