Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Viral di Medsos, Anita Jacoba Marah Meledak-ledak Semprot Mendikbudristek Nadiem Makarim

Redaksi • Sabtu, 8 Juni 2024 | 03:00 WIB
Momen anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba marah besar sampai gebrak meja dan tunjuk-tunjuk sementaran Nadiem Makarim cuma tertunduk.
Momen anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba marah besar sampai gebrak meja dan tunjuk-tunjuk sementaran Nadiem Makarim cuma tertunduk.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Momen Anita Jacoba semprot Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim viral di media sosial (medsos). Dalam momen itu, Anita Jacoba marah-marah kepada Nadiem Makarim sampai gebrak meja dan tunjuk-tunjuk.

Kemarahan Anita Jacoba juga ditujukan kepada anak buah jajaran Kemdikbudristek yang saat itu juga ikut duduk mendampingi Nadiem Makarim.

Momen tersebut terjadi dalam rapat kerja antara Kemdikbudristek dengan Komisi X DPR RI, di Senayan, Jakarta, pada Kamis 6 Juni 2024. Mulanya, Anita menyinnggung soal kekurangan anggaran Rp15 triliun di Kemdikbudristek. Menurut Anita, kekurangan anggaran itu sejatinya momen untuk melakukan interopeksi bagi Kemdikbudristek.Baca Juga: Ini Rincian 25.258 Formasi CPNS Kementerian Pertahanan yang Ditetapkan Pemerintah

"Kenapa ini terjadi, jujur sama diri kita sendiri. Itu banyak anggaran yang sudah diberikan begitu banyak tahun 2024 apakah sudah dipergunakan dengan baik atau tidak," ucap Anita mengawali.

Politikus asal Partai Demokrat ini lantas mengingatkan bahwa masih banyak persoalan realisasi anggaran dan penyerapan APBN itu ke daerah. Dia lantas menyinggung nasib guru honorer yang sampai saat ini masih belum juga diangkat sebagai pegawai pemerintah.

"Masalah guru, sampai sekarang guru PPPK yang sudah lolos sampai sekarang belum dikasih SK. Provinsi NTT belum. Mereka belum terima SK," bebernya.

"Guru-guru daerah terpencil masih banyak yang belum terima juga tunjangannya," sambung dia.Baca Juga: Sabar/Reza Satu-satunya Harapan Merah Putih Raih Gelar di Indonesia Open 2024

Selain itu, Anita juga menyinggung soal banyaknya bangunan sekolah yang masih terbengkalai, padahal anggaran sudah ada sejak 2021.

"Saya kasih contoh. Di Kabupaten Kupang, ada 17 sekolah bangunan yang dari 2001 sampai sekarang tidak terselesaikan," ujar Anita.

"Mau lagi? Kita lihat lagi dana-dana PIP. Makanya Kemarin saya mengatakan bahwa kalau KPK memberikan rekomendasi kepada Kemendikbud harusnya Kemendikbud sadar,"

Anita menambahkan, DPR sudah berkali-kali mengingatkan dalam setiap rapat soal banyaknya persoalan tersebut.

"Lakukan pengawasan, laporkan kepada kami. Tapi kami tidak pernah didengar. Akhirnya sekarang KPK memberikan rekomendasi baru seakan-akan Kemdikbud kayak kebakaran jenggot."Baca Juga: Terkait PSU, KPU Riau Tunggu Arahan Pusat, Berharap Pemilih Tetap Antusias

Anita juga marah lantaran mekanisme kerja yang amburadul.

"Kami anggota pemangku kepentingan diatur lagi sama Kemendikbud untuk melakukan verifikasi oleh dinas. Loh, Anda sebagai Kementerian mau enggak dilakukan verifikasi sama Dinas?"

"Bapak-Ibu ini kan orang-orang pintar setahunya saya di Kemendikbud, orang-orang berpendidikan. Kok bisa salah mengambil kebijakan," kecam Anita.

Pada momen tersebut, Anita terlihat sampai beberapa kali menggebrak meja dengan nada marah yang tinggi. Selain itu, beberapa kali pula Anita sampai menunjuk-nunjuk Nadiem Makarim dan anak buahnya di meja seberang.

Mendengar kemarahan Anita, Mendikbudristek Nadiem Makarim hanya bisa tertunduk saja. Anita kemudian mencontohkan Persekjen Kemdikbud yang menurutnya adalah salah besaar.

"Loh, kita ini pemangku kepentingan usulkan itu dari Dapodik sekolah. Makanya tadi Pak Andre bilang operator sekolah itu diperhatikan, karena semua itu dari operator sekolah. Kepala sekolah kadang-kadang tidak tahu apa yang terjadi dilakukan oleh operator sekolah. Dinas Pendidikan juga nggak tahu."

Semestinya verifikasi tersebut dilakukan Kemdikbudristek terhadap kepala sekolah, dinas pendidikan, lalu disampaikan ke DPR.

"Jangan dibolak-balik," tegasnya.

Karena itu Anita meminta pimpinan Komisi X agar merekomendasikan KPK untuk melakukan pemeriksaan terhadap Kemdikbudristek.

"Kita buktikan siapa sebenarnya yang bobrok dan siapa yang mencintai negeri ini sebenarnya," tantang Anita.***

 

Editor : RP Edwar Yaman
#viral di medsos #Anita Jacoba Gah #nadiem makarim