JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan delapan dari sepuluh orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Riau telah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (4/11/2025) pagi.
Hal itu disampaikan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. “Benar, pagi ini delapan orang yang diamankan sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK,” kata Budi saat dikonfirmasi, Selasa (4/11/2025).
Dengan alasahan pemeriksaan lanjutan, pihaknya belum merinci identitas maupun status hukum masing-masing pihak.
Pantauan Riau Pos, salah satu yang hadir adalah Gubernur Riau Abdul Wahid. Orang nomor satu di Provinsi Riau itu tiba sekitar pukul 09.40 WIB, mengenakan kaos putih dan masker, serta dikawal ketat oleh petugas KPK.
Bersama Abdul Wahid, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, Arief Setiawan, juga dibawa. Sebagiannya lagi melalui pintu belakang.
Berdasarkan manifest penerbangan yang diperoleh Riau Pos, Abdul Wahid bersama beberapa pejabat Pemprov Riau diterbangkan dari Pekanbaru menuju Jakarta menggunakan pesawat Citilink QG 937 pukul 06.05 WIB.
Rombongan tersebut termasuk sejumlah pejabat yang turut diamankan KPK dalam OTT sehari sebelumnya, antara lain Tata Maulana kader PKB yang dikenal dekat dengan gubernur, Sekretaris Dinas PUPR-PKPP Ferry Yunanda, dan Kepala UPT I PUPR-PKPP Khairil Anwar.
Begitu turun dari kendaraan, Abdul Wahid tampak menunduk dan berjalan cepat menuju pintu utama Gedung Merah Putih tanpa menanggapi pertanyaan awak media yang telah menunggu sejak pagi.
Setibanya di lobi utama, petugas langsung mengarahkan gubernur dan rombongannya menuju lantai dua untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sambil menutup akses bagi wartawan yang mencoba mendekat.
Seperti diketahui, pada Senin (3/11/2025) siang, tim KPK mendatangi Kantor Dinas PUPR-PKPP Riau saat pimpinan dinas sedang menggelar rapat bersama kepala UPT I hingga VI. Dalam momen itu, sejumlah pejabat langsung diamankan tim penyidik KPK.
Dalam OTT tersebut, total 10 orang diamankan, terdiri dari penyelenggara negara dan pihak swasta, serta turut disita sejumlah uang tunai yang diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi.
Editor : M. Erizal