Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tiga Daerah Masih Dilanda Karhutl, 229 Titik Panas Terdeteksi

Soleh Saputra • Senin, 30 Maret 2026 | 12:01 WIB

TRC BPBD Indragiri Hilir sedang melakukan pendinginan pada lahan yang terbakar di kecamatan gaung, baru-baru ini.
TRC BPBD Indragiri Hilir sedang melakukan pendinginan pada lahan yang terbakar di kecamatan gaung, baru-baru ini.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mendapatkan laporan masih ada tiga daerah di Riau yang terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Yakni Kabupaten Bengkalis, Pelalawan dan Indragiri Hilir (Inhil). 

Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan, dari tiga daerah tersebut dua daerah diantaranya sudah dalam tahap pendinginan. Sementara satu daerah lagi masih dalam tahap pemadaman oleh tim gabungan. “Di Inhil dan Pelalawan laporannya tinggal pendinginan, sedangkan di Bengkalis masih dilakukan pemadaman,” katanya, Ahad (29/3). 

Sejak Januari hingga saat ini, BPBD Damkar Riau mencatat karhutla sudah terjadi di 11 kabupaten/kota dengan total luas 2.877,06 hektare (ha). Ke-11 daerah tersebut yakni Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hilir (Rohil), Kota Dumai dan Pekanbaru.

Pelalawan terluas yakni 1.663,01 ha. Diikuti Bengkalis 407,51 ha, Dumai 359,62 ha, Inhil 143,75 ha, Siak 111,79 ha, Kampar 62,15 ha, Rohil 54 ha, Pekanbaru 33,68 ha, Inhu 23,40 ha, Kepulauan Meranti 13,40 ha, dan Kuansing 4,75 ha. “Dari rincian luasan tersebut, juga ditemukan 4.419 titik panas dengan jumlah titik api 255 ,” ujarnya.

Sementara itu, Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby C mencatat, Ahad (29/3), 229 titik panas terdeteksi di Riau, mendominasi titik panas wilayah Sumatera yang berjumlah 352. Sebaran titik panas di Riau masih didominasi wilayah pesisir, khususnya Bengkalis 147, Pelalawan 36, Indragiri Hilir 35, Dumai sembilan titik, serta masing-masing satu titik di Kampar dan Indragiri Hulu.

Selain Riau, titik panas terdeteksi di Aceh ada sembilan, Sumatera Selatan sembilan, Sumatera Barat satu, Kepulauan Riau 81, Bangka Belitung 12, dan Jambi 11 titik.  Peningkatan jumlah titik panas ini menunjukkan potensi kebakaran hutan dan lahan masih cukup tinggi di beberapa wilayah di Riau.

“BMKG mengingatkan masya­rakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla yang dapat meluas dengan cepat, terutama saat kondisi cuaca mendukung. Pemantauan titik panas dilakukan secara berkala menggunakan satelit untuk mendeteksi titik panas secara dini guna meminimalisir dampak kebakaran yang lebih luas,” ucapnya.

Inhil Minta Bantuan Water Bombing Karhutla di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus meluas. Sejak awal Januari hingga akhir Maret 2026, luas lahan terbakar mencapai 141,9 ha dengan 481 titik panas. Kondisi tersebut mendorong BPBD Inhil meminta bantuan pemadaman melalui udara (water bombing) ke Pemerintah Provinsi Riau.

Langkah ini dinilai perlu untuk mempercepat penanganan, khususnya di titik api yang sulit dijangkau jalur darat dan minim sumber air, sekaligus mencegah kebakaran meluas hingga ke permukiman warga. Pemkab Inhil sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 13 Februari hingga 30 November 2026.

Bupati Inhil H Herman menginstruksikan Kalaksa BPBD Inhil R Arliansah untuk segera mengambil langkah strategis, termasuk mengupayakan pemadaman melalui udara. Menindaklanjuti instruksi itu, BPBD Inhil mengajukan permohonan bantuan water bombing kepada BPBD Provinsi Riau melalui surat nomor 300.2/150/BPBD-SEKR tertanggal 27 Maret 2026.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar,”ujar Arliansah, Ahad (29/3). “Berbagai upaya telah dilakukan dan kedepan kami berharap penanganan karhutla dapat teratasi dengan maksimal,” tambahnya.

Karhutla di Pujud Karhutla terjadi di wilayah Kecamatan Pujud, Rokan Hilir (Rohil). Personel gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan. “Untuk mempercepat proses pemadaman dan pendinginan Polres Rohil menambah personel di lokasi tersebut,” kata Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni melalui Plh Kasi Humas Ipda Didi Sofyan, Ahad (29/3).

Baca Juga: Jadwal WFH Sehari Sepekan Tunggu Keputusan Presiden

 Tak hanya di Pujud, Ipda Didi Sofyan menambahkan, terjadi juga sejumlah kejadian karhutla di beberapa tempat lainnya. Namun untuk kondisi juga secara umum telah masuk tahapan pendinginan karena pemadaman yang dilakukan berlangsung cukup cepat.

“Saat ini umumnya sudah pendinginan, dimana terjadi di beberapa titik seperti di wilayah Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kecamatan Tanah Putih, Rimba Melintang dan di Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas,” ujarnya.(sol/ayi/*2fad)

Editor : Arif Oktafian
#karhutla #kebakaran hutan