PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Cuaca ekstrem di Arab Saudi menjadi perhatian serius. Suhu udara yang mencapai 40-47 °C menuntut jemaah calon haji (JCH) untuk lebih disiplin menjaga kondisi tubuh dan diminta membatasi aktivitas di luar hotel jika tidak ada keperluan penting.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Riau Defizon mengingatkan seluruh jemaah agar memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan alat pelindung diri seperti payung, topi, masker, dan alas kaki.
‘’Jangan sampai kelelahan dan dehidrasi mengganggu pelaksanaan ibadah. Kesehatan harus tetap dijaga agar seluruh rangkaian haji dapat dijalani dengan baik,” imbaunya, Senin (11/5).
Defizon mengatakan, secara umum kondisi JCH Riau dalam keadaan baik dan mampu mengikuti tahapan ibadah dengan lancar. ‘’Alhamdulillah, sebagian besar jemaah haji Provinsi Riau telah berada di Makkah dan melaksanakan ibadah umrah wajib. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap agar jemaah lebih nyaman, terutama bagi lansia (lanjut usia), jemaah risiko tinggi (risti), dan penyandang disabilitas,” ujarnya.
Di tengah padatnya aktivitas ibadah di Masjidilharam, petugas haji memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan. Skema layanan dipisahkan agar proses pendampingan berjalan lebih maksimal dan kondisi kesehatan jemaah tetap terjaga.
Bagi jemaah lanjut usia, perjalanan menuju area tawaf dan sa’i menjadi tantangan tersendiri. Namun dengan bantuan petugas dan pendamping, ibadah tetap dapat dilaksanakan dengan aman dan penuh kekhusyukan.
Selain menjalankan umrah wajib, para jemaah juga mulai melakukan pembayaran dam sebagai bagian dari ketentuan pelaksanaan haji tamattu’.
Pembayaran dilakukan melalui lembaga resmi Pemerintah Arab Saudi, yakni Adahi. “Pembayaran dam melalui Adahi dilakukan agar lebih tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan syariat maupun regulasi yang berlaku di Arab Saudi,” jelasnya.
Sementara itu, jemaah asal Riau yang masih berada di Madinah terus memanfaatkan waktu untuk melaksanakan arbain di Masjid Nabawi. Mereka juga berkesempatan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat.
Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti langkah demi langkah jemaah calon haji asal Provinsi Riau saat tiba di Makkah. Setelah menempuh perjalanan dari Madinah dan mengambil niat ihram di Masjid Bir Ali, para tamu Allah itu kini mulai menjalankan rangkaian ibadah umrah wajib sebagai bagian dari pelaksanaan haji tamattu’.
Lantunan talbiyah menggema di sepanjang perjalanan menuju Masjidilharam. Mengenakan pakaian ihram yang serbaputih, para jemaah melaksanakan tawaf mengelilingi ka’bah, dilanjutkan sa’i antara Bukit Safa dan Marwa, hingga tahalul sebagai penanda selesainya rangkaian umrah wajib.
Waspadai Heat Stroke dan Dehidrasi
Dokter spesialis gizi klinik dr Pande Putu Agus Mahendra MGizi SpGK mengingatkan jamaah haji untuk mewaspadai risiko dehidrasi dan heatstroke (sengatan panas) tengah cuaca panas ekstrem selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Risiko terbesar adalah kondisi dehidrasi dan heatstroke. Kondisi dehidrasi akan menimbulkan gangguan pada sistem tubuh yang akhirnya dapat memicu peningkatan kerja jantung serta memperberat kerja ginjal,” kata Pande Putu.
Dokter lulusan Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan dehidrasi dapat menimbulkan sejumlah gejala seperti tubuh lemas, rasa limbung, nyeri kepala, hingga mual. Pada kondisi tertentu, jamaah bahkan dapat mengalami pandangan buram dan sensasi seperti vertigo.
Kondisi dehidrasi kronis juga kerap tidak disadari karena tubuh bisa kehilangan sensasi haus meski cairan tubuh sudah berkurang. “Pada kondisi dehidrasi yang kronis bahkan rasa haus sudah tidak dirasakan lagi dan urine sudah berkurang,” ujar Pande Putu.
Kementerian Haji dan Umrah melalui media sosial mengingatkan JCH untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas. Dalam unggahannya, Kemenhaj meminta jemaah menjaga kondisi tubuh dengan rutin minum air, menggunakan pelindung seperti payung, dan beristirahat di tempat teduh secara berkala.
Pande Putu menyarankan jamaah menjaga hidrasi tubuh dengan konsumsi cairan secara bertahap sepanjang hari. Kebutuhan cairan normal orang dewasa berkisar delapan hingga 10 gelas per hari dengan ukuran 250 mililiter per gelas. Tapi, kebutuhan cairan dapat meningkat saat cuaca panas dan aktivitas ibadah berlangsung lebih intens.
Baca Juga: 321 WNA Terduga Terlibat Judi Online Dipindahkan ke Kantor Imigrasi
“Usahakan konsumsi air mineral 150 mililiter per jam untuk menjaga hidrasi selama melakukan kegiatan ibadah,” kata Pande Putu. Selain air putih, jemaah juga dianjurkan mengonsumsi buah dengan kandungan air tinggi serta makanan berkuah guna membantu menjaga cairan tubuh.
Lansia Diimbau Fokus Persiapan Armunza
Kemenhaj Kuantan Singingi mengimbau JCH yang sehat jangan terlalu banyak mengerjakan umrah sunah dan fokus menjaga stamina persiapan ke Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). “Kalau mau mengerjakan atau melakukan umrah sunah, sebaiknya setelah rangkaian prosesi ibadah haji selesai. Jemaah perlu persiapkan diri untuk Armuzna,” ungkap Kakan Kemenhaj Kuansing, H Armadis, Senin (11/5).
Bagi lansia, jemaah yang lemah fisiknya, dianjurkan tetaplah ibadah salat lima waktu berjemaah di masjid dekat hotel. Selain untuk menjaga kondisi fisik, menurut Fatwa Majelis Ulama Saudi, salat di Tanah Haram sama pahalanya di Masjidilharam. “Jadi fokus ke yang wajib,” tambahnya.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff juga mengatakan puncak haji memerlukan kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Jemaah diminta tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari, mengingat suhu di Makkah dan Madinah berkisar 38 hingga 42 derajat Celsius.
“Jemaah perlu mengutamakan kesehatan. Hemat tenaga, cukup istirahat, makan tepat waktu, minum air putih yang cukup, dan selalu ikuti arahan petugas,” ujar Maria di Jakarta, Senin (11/5).
Maria menjelaskan, hingga hari ke-21 operasional haji, sebanyak 341 kloter dengan 132.057 jemaah dan 1.361 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Sementara itu, 240 kloter dengan 92.767 jemaah dan 960 petugas telah tiba di Makkah dari Madinah.
Untuk kedatangan gelombang kedua melalui Jeddah, telah tiba 67 kloter dengan 25.541 jemaah dan 269 petugas. Adapun jemaah haji khusus yang telah tiba di Arab Saudi berjumlah 5.766 orang.
Baca Juga: Rumah Milik Terduga Bandar Narkoba Dirusak Warga di Rohul
Kemenhaj juga mengingatkan jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah risiko tinggi agar segera melapor kepada petugas jika mengalami keluhan kesehatan seperti pusing, sesak napas, nyeri dada, demam, batuk berat, atau kondisi tubuh menurun. “Jangan menunggu kondisi memburuk. Kesehatan adalah bekal utama menuju puncak haji,” tegas Maria.
Maria turut menekankan pentingnya peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dalam mendampingi jemaah. KBIHU diharapkan ikut memperkuat edukasi kesehatan, keselamatan, ketertiban, dan kedisiplinan jemaah, selain memberikan bimbingan manasik.
Kemenhaj juga telah mengeluarkan edaran pengaturan pergerakan jemaah sebagai langkah mitigasi menjelang fase puncak haji. Jemaah diminta mematuhi arahan petugas, baik dalam aktivitas dari hotel ke Masjidilharam, pergerakan Madinah menuju Makkah, maupun persiapan menuju Armuzna.
Khusus jemaah gelombang kedua yang tiba melalui Jeddah, Maria mengimbau agar mengenakan kain ihram sejak di embarkasi karena akan mengambil miqat dalam perjalanan menuju Arab Saudi dan langsung menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.(ilo/dac/int/das)
Laporan TIM RIAU POS
Editor : Arif Oktafian