Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Nanik Sudaryati Deyang Kaji Ulang Sasaran MBG, Sekolah Mampu Bisa Tak Lagi Jadi Prioritas 

Redaksi • Sabtu, 6 Juni 2026 | 14:02 WIB
Pemerintah kurangi jumlah prioritas penerima MBG. (Dok pojoksatu.id)
Pemerintah kurangi jumlah prioritas penerima MBG. (Dok pojoksatu.id)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan pemerintah akan melakukan penilaian terhadap sekolah-sekolah penerima program, termasuk sekolah yang secara ekonomi dinilai memiliki kemampuan lebih baik dibandingkan sekolah lainnya.

Evaluasi disiapkan guna memastikan bantuan yang digelontorkan negara benar-benar menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Evaluasi ini agar pemerintah memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Langkah itu merupakan bagian dari upaya penajaman program atau refocusing yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran sekaligus memperluas manfaat MBG di wilayah yang masih menghadapi persoalan gizi dan keterbatasan akses pangan.

Baca Juga: Pengunduran Diri Mayjen Trenggono dari Dinas Keprajuritan TNI Telah Disetujui Panglima TNI, Fokus Jadi Wakil Kepala BGN  

Sekolah yang memiliki kondisi ekonomi relatif baik berpotensi tidak lagi menjadi prioritas utama apabila dinilai mampu memenuhi kebutuhan konsumsi peserta didiknya secara mandiri. Dengan demikian, alokasi anggaran dapat diarahkan kepada daerah atau kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan intervensi pemerintah.

Sebaliknya kata Nanik , langkah itu dilakukan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh kelompok yang selama ini belum terjangkau secara optimal. Kebijakan tersebut bukan berarti pemerintah akan mengurangi komitmen terhadap program MBG.

Menurutnya, masih terdapat banyak wilayah yang memerlukan perhatian lebih besar, terutama daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Di kawasan itu, akses makanan bergizi masih menjadi tantangan sehingga dukungan pemerintah dinilai memiliki dampak lebih signifikan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Sedih Program MBG Andalannya Dirusak Orang Kepercayaan Sendiri

Pemerintah berharap kebijakan tersebut mampu meningkatkan efektivitas program sekaligus memperkuat upaya perbaikan gizi masyarakat secara nasional. Dengan adanya realokasi anggaran, nantinya jumlah penerima manfaat di daerah prioritas berpotensi bertambah.

Selama ini, MBG dijalankan dengan cakupan yang luas dan menyasar berbagai sekolah di Indonesia. Namun ke depan, pendekatan yang digunakan diperkirakan akan lebih selektif dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi serta kebutuhan riil di masing-masing daerah.

Fokus baru ini juga diharapkan memperkuat peran MBG sebagai instrumen peningkatan kualitas gizi sekaligus mendukung pemerataan kesejahteraan di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Purbaya: Nggak, Saya Tidak Suka Mundur

BGN menilai bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya penerima manfaat, tetapi juga dari ketepatan sasaran dan dampak yang dihasilkan. "Oleh sebab itu, evaluasi berkala akan terus dilakukan agar pelaksanaan program dapat menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan," ucapnya.

Melalui strategi penajaman sasaran tersebut, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi anak-anak yang benar-benar membutuhkan.

Sumber: Pojoksatu.id

 

Editor : Rinaldi
#sasaran mbg #sekolah mampu #Nanik Sudaryati Deyang