Minta Wacana Penggabungan Badan Geologi dan BMKG Dikaji

Tim Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 09:34 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kiri) bersama Ketua DPR Puan Maharani (tengah) dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin saat mengikuti sidang pengantar RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, belum lama ini.  (Dery Ridwansah/ Jawa Pos)
Presiden Prabowo Subianto (kiri) bersama Ketua DPR Puan Maharani (tengah) dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin saat mengikuti sidang pengantar RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, belum lama ini. (Dery Ridwansah/ Jawa Pos)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta wacana pengintegrasian Badan Geologi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tidak buru-buru dilakukan. Pemerintah diminta melakukan kajian secara menyeluruh, sebelum merealisasikan wacana penggabungan tersebut. 

Puan menilai Badan Geo­logi dan BMKG memiliki tugas dan kewenangan yang berbeda. Karena itu, rencana penggabungan perlu dipastikan tidak sekadar menyatukan kelembagaan, tetapi benar-benar mampu meningkatkan efektivitas penanganan dan mitigasi bencana.

“Kalau itu dianggap memang akan lebih efektif, ya tentu saja DPR akan mendukung hal tersebut,” kata Puan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).

\Baca Juga:  Anggota  DPR RI Terdata Penerima Bansos

Menurut Puan, hasil ka­jian nantinya harus menunjukkan manfaat yang jelas apabila Badan Geologi dan BMKG benar-benar diintegrasikan. Perbedaan fungsi kedua lembaga menjadi salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan sebelum pemerintah mengambil keputusan. “Jadi lebih baik dikaji dulu dan pengkajiannya itu harus memang bermanfaat,” jelas Puan.

Selain rencana integrasi dua lembaga tersebut, Puan turut menanggapi wacana penambahan anggaran untuk kebutuhan mitigasi bencana.

Ia mengatakan, DPR pada prinsipnya tidak mempersoalkan peningkatan alokasi anggaran apabila kebijakan tersebut mampu memberikan manfaat yang lebih besar.

Baca Juga: Kemenkeu Ajukan Pagu Anggaran Rp49,80 Triliun ke DPR

“Alokasi anggaran selama itu memang bermanfaat, bagi kami tidak apa-apa. Namun, harus manfaatnya harus lebih baik daripada sebelumnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membahas peluang pengintegrasian Badan Geologi dan BMKG, dalam rapat terbatas soal penanganan bencana pada Senin (7/9). Prabowo me­nyampaikan perlunya kerja sama yang lebih erat antara Badan Geologi dengan pihak terkait dalam kegiatan pemantauan. 

Ia kemudian membuka opsi agar Badan Geologi berada dalam satu integrasi dengan BMKG. “Kepala Badan Geologi nanti saya kira akan kerja sama lebih erat dengan yang lain ya, untuk monitoring. Nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG ya, tapi ya nanti kita bahas itu,” ujar Prabowo. 

Baca Juga: Bandara Soekarno Hatta Kembali Beroperasi, 3 Penerbangan PKU-CGK Berangkat Sesuai Jadwal

Kendati demikian, Pra­bowo belum memaparkan secara rinci seperti apa bentuk integrasi yang dimaksud.(jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
bmkg badan geologi prabowo subianto puan maharani