Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Gagal ke Liga Champions, Chelsea Depak Mauricio Pochettino dari Kursi Pelatih

Redaksi • Kamis, 23 Mei 2024 | 00:13 WIB
PERGI: Mauricio Pochettino resmi pergi dari Chelsea meskipun berhasil bawa Chelsea ke peringkat ke-6 di Liga Inggris musim ini.
PERGI: Mauricio Pochettino resmi pergi dari Chelsea meskipun berhasil bawa Chelsea ke peringkat ke-6 di Liga Inggris musim ini.

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Chelsea kembali membuat keputusan kontroversial dengan memecat manajer Mauricio Pochettino meski berhasil membawa tim menduduki peringkat enam di Premier League Inggris.

Keputusan ini muncul setelah Pochettino gagal mengamankan tiket ke Liga Champions untuk musim depan, meski sempat mencatatkan prestasi yang cukup mengesankan dalam kondisi tim yang penuh tantangan.

Pochettino resmi diberhentikan oleh Chelsea setelah satu musim menangani tim yang dipimpin oleh bintang muda seperti Cole Palmer. Meskipun klub menyatakan bahwa pemberhentian ini adalah kesepakatan bersama, banyak yang melihat ini sebagai keputusan sepihak dari pemilik klub yang dianggap tidak sabaran.

Pemilik Chelsea, Todd Boehly, sempat makan malam dengan Pochettino pada Jumat, 17 Mei 2024, sebelum keputusan pemecatan diumumkan. Keesokan harinya, Pochettino bertemu dengan direktur olahraga klub, Paul Winstanley dan Laurence Stewart, untuk melakukan evaluasi performa tim.

Dalam pertemuan ini, mereka lebih banyak berdiskusi tentang kinerja Pochettino daripada rencana tim untuk musim depan. Diskusi tersebut diikuti dengan pembicaraan bersama pemilik lainnya, Behdad Eghbali, yang akhirnya menyampaikan keputusan berakhirnya kerjasama antara Chelsea dan Pochettino.

Keputusan ini diambil setelah evaluasi yang menilai bahwa Pochettino gagal mencapai target yang diharapkan. “Atas nama Chelsea, kami mengucapkan terima kasih kepada Mauricio atas pekerjaannya selama satu musim ini. Dia tetap akan disambut dengan hangat dan tangan terbuka kapan saja dia ingin kembali ke Stamford Bridge,” ujar direktur olahraga klub dalam pernyataan resminya. Mereka juga menyatakan harapan agar Pochettino meraih sukses di masa mendatang.

Pochettino sendiri mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menangani klub bersejarah seperti Chelsea. "Saya mengucapkan terima kasih kepada pemilik klub dan direktur olahraga yang memberi kesempatan saya menjadi bagian dari klub yang bersejarah ini," kata Pochettino. "Klub kini memiliki posisi bagus untuk terus melangkah di Premier League dan Eropa di tahun-tahun mendatang."

Selama dua tahun terakhir di bawah kepemilikan Todd Boehly dan Behdad Eghbali, Chelsea telah memiliki empat manajer. Sebelum Pochettino, klub ini ditangani oleh Graham Potter, Thomas Tuchel, dan Frank Lampard. Dari semua manajer tersebut, Pochettino adalah yang paling lama bertahan.

Meski akhirnya diberhentikan, pencapaian Pochettino sebenarnya tidak bisa dianggap mengecewakan. Mengambil alih tim yang sedang terpuruk, ia berhasil memadukan pemain muda dan senior untuk membentuk tim yang kompetitif. Dalam masa kepemimpinannya, Chelsea menggelontorkan dana tidak kurang dari 400 juta poundsterling untuk mendatangkan pemain muda. Pochettino seringkali menekankan bahwa Chelsea butuh waktu untuk kembali meraih kejayaan.

Musim 2023/24 dimulai dengan penuh tantangan. Chelsea menelan tiga kekalahan dari sepuluh pertandingan pertama, namun di pengujung kompetisi, tim berhasil bangkit dan mencatatkan hanya satu kekalahan dari 15 laga terakhir. Dalam kondisi tim yang tidak ideal, Pochettino masih bisa membawa Chelsea finis di posisi keenam klasemen akhir liga, di atas Manchester United dan Newcastle United. Chelsea juga mencapai semifinal Piala FA dan final Carabao Cup, meski akhirnya kalah dari Liverpool di final.

Namun, kegagalan untuk lolos ke Liga Champions menjadi titik krusial yang membuat posisinya tidak aman. Pemilik klub yang ambisius dan tidak sabaran, terutama setelah mengeluarkan dana besar untuk memperkuat tim, mengharapkan hasil instan yang tidak tercapai.

Mengenai siapa yang akan menggantikan Pochettino, beberapa nama sudah mulai muncul sebagai kandidat kuat. Di antaranya adalah Sebastian Hoeness dari Stuttgart, Michel yang sukses membawa Girona ke papan atas La Liga Spanyol, Kieran McKenna yang membawa Ipswich Town promosi ke Premier League, dan Enzo Maresca yang berhasil mengarsiteki Leicester City dengan baik.

Keputusan untuk memecat Pochettino di tengah prestasi yang relatif baik menunjukkan betapa tinggi ekspektasi dan tekanan di Chelsea. Dalam dunia sepak bola yang kompetitif, terutama di liga sebesar Premier League, keputusan-keputusan seperti ini memang sering terjadi.

Namun, hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang stabilitas manajemen di klub dan apakah pendekatan yang serba cepat ini akan membawa hasil jangka panjang yang diinginkan oleh para pemilik.

Dengan dinamika yang terus berubah, masa depan Chelsea masih penuh tanda tanya. Namun satu hal yang pasti, Pochettino akan selalu dikenang sebagai salah satu manajer yang mampu memberikan dampak positif meski dalam situasi yang penuh tantangan.

Sumber: JawaPos.com

Editor : M. Erizal
#chelsea #The Blues #pelatih #liga champions