JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pada 6 September lalu Tim nasional Indonesia berhasil menahan imbang Arab Saudi di King Abdullah Sports City, Jeddah. Saat itu, Indonesia lebih dulu membobol gawang Arab Saudi pada menit ke-19 lewat aksi Sandy Walsh. Lalu, Arab Saudi baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-45+3 lewat gol Musab Al Juwayr.
Di balik hasil seri tersebut, skuad Garuda sebenarnya berusaha mencuri kemenangan. Upaya itu dibuktikan lewat statistik pertandingan. Meski bermain di kandang lawan, Indonesia cukup agresif dalam melepaskan shooting. Total ada 8 peluang. Perinciannya, dua tembakan mengarah ke gawang Arab Saudi, tiga tembakan meleset, dan tiga tembakan berhasil diblok kiper lawan.
Tapi, leluasanya Indonesia untuk masuk ke pertahanan Arab Saudi tampaknya akan sulit diulang saat kedua tim bertemu malam nanti dalam pertandingan leg kedua ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (19/11) malam ini. (Langsung di RCTI, Pukul 19.00 WIB).
Bukan laga mudah. Sebab, Arab Saudi yang dihadapi Indonesia pada leg pertama berbeda dengan Arab Saudi pada leg kedua. Perbedaan itu tak lepas dari adanya pergantian kursi pelatih dari Roberto Mancini ke Herve Renard. Ini adalah periode kedua bagi Renard melatih Arab Saudi. Sebelumnya, pelatih asal Prancis itu melatih Arab Saudi pada periode 2019–2023.
Renard memulai debut periode kedua kepelatihannya bersama Arab Saudi saat melawan Australia di Melbourne Rectangular Stadium (14/11). Dalam pertandingan itu, Arab Saudi sukses menerapkan sistem pertahanan yang tangguh. Total 13 tembakan Australia tidak bisa mengoyak gawang Arab Saudi.
Selain tangguh dalam bertahan, Renard membuat Arab Saudi kuat dalam menguasai bola. Arab Saudi mendominasi ball possession 58 persen berbanding 42 persen.
Pelatih Indonesia Shin Tae-yong (STY) mengakui kekuatan Arab Saudi saat ini akan sulit diimbangi. ’’Arab Saudi sudah lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Pelatihnya sudah berganti. Dan, pemainnya sudah diganti dengan pemain-pemain yang lebih muda,’’ ujar pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Tapi, STY tahu apa yang menjadi targetnya hari ini. Pelatih 54 tahun tersebut diwajibkan oleh PSSI untuk mengalahkan Arab Saudi. Tidak boleh imbang, apalagi kalah.
’’Karena itu, kami akan mempersiapkan pertandingan melawan Arab Saudi dengan baik. Para pemain berjuang sangat keras dan baik dalam pertandingan melawan Arab Saudi di Jeddah. Saya percaya kepada para pemain. Besok (hari ini, red) hasil akan berubah. Bergantung sekeras apa perjuangan kami melawan Arab Saudi,’’ tegasnya.
Gelandang timnas Indonesia Thom Haye memastikan bahwa skuad Merah Putih sudah bangkit pasca kekalahan 0-4 oleh Jepang. Dia berjanji akan memberikan perlawanan yang sangat ketat.
’’Pada menit-menit awal saat melawan Jepang, kami bisa menunjukkan bahwa kami mampu bermain. Sekarang kami sudah mempersiapkan diri dan akan menunjukkan permainan terbaik dalam laga besok (hari ini, red),’’ tegas Haye.
Pelatih Arab Saudi Herve Renard pun menilai Indonesia memiliki keunggulan dalam memaksimalkan peluang lewat bola mati. Selain itu, dia menyebut Jay Idzes dkk memiliki organisasi permainan yang bagus.
’’Terkait para pemain lawan yang diwaspadai, kami tidak bisa menunjuk siapa saja. Yang pasti, kami harus siap menghadapi mereka,’’ ucap mantan pelatih timnas putri Prancis tersebut.
Renard juga akan membuktikan perbedaan kualitas Arab Saudi dari leg pertama saat melawan Indonesia. ’’Saat itu, Arab Saudi bermain dominan tapi tidak bisa mencetak gol. Mainnya tidak efisien. Bahkan, penalti pun gagal. Kami harus meningkatkan organisasi permainan kami,’’ ujarnya.
Pembuktian di Laga Penghakiman
Kekalahan oleh Jepang membawa Indonesia pada situasi yang tak bisa ditawar lagi: harus menang atas Arab Saudi, Selasa (18/11) malam nanti. Itu jika skuad Garuda tidak ingin semakin sulit menembus minimal posisi keempat agar bisa lolos ke ronde keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir sudah menghitung, kalau bisa mendapatkan 12 poin dari lima laga tersisa, tiket empat besar bakal aman. Saat ini Jay Idzes dkk yang berada di posisi terbawah Grup C baru mengoleksi 3 angka.
Artinya, agar 12 poin bisa diraih, tiga laga kandang beruntun yang dimulai dengan melawan Saudi malam nanti, disusul menjamu Bahrain serta Cina pada Maret tahun depan, harus dimenangi. Sementara itu, dua laga tandang ke Australia dan Jepang sulit untuk berharap poin.
”Mereka tahu bahwa game melawan Arab Saudi harus mendapatkan poin. Saya juga sudah menyampaikan bahwa ini akan menjadi evaluasi besar-besaran setelah melawan Arab Saudi,” kata Erick di Jakarta Senin (18/11).
Tak terkecuali posisi Shin Tae-yong (STY). Jika malam nanti pasukannya hanya bisa seri, apalagi kalah oleh Saudi, kedudukan pelatih asal Korea Selatan tersebut bisa terancam. ”Semua (dievaluasi, red). Kami mau evaluasi besar-besaran,” ujar mantan Ketua Umum PB Perbasi tersebut.
Lalu, apakah Erick sudah menyiapkan pelatih pengganti jika STY benar-benar didepak di tengah jalan? ”Saya tidak bisa komentar seperti itu. Sebab, kami melihat setelah game melawan Arab Saudi,” terang pria kelahiran Jakarta, 30 Mei 1970 tersebut.
Salah satu sorotan terbesar ketika kalah 0-4 oleh Jepang adalah ketidaktajaman lini serang. Ragnar Oratmangoen, misalnya, tinggal berhadapan dengan kiper Jepang Zion Suzuki kala kedudukan masih 0-0, tapi gagal memanfaatkannya.
Rafael Struick juga tak banyak berkontribusi sepanjang 90 menit. Begitu pula Yakob Sayuri yang akhirnya diganti di babak kedua. Tapi, ketiganya diperkirakan masih menjadi starter malam nanti.(fiq/c19/ttg/ady/jpg)
Editor : Rindra Yasin