Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pratama Arhan Berstatus tanpa Klub setelah Dilepas Suwon FC, Inilah Klub-Klub Liga 1 yang Berpotensi Merekrutnya

Redaksi • Kamis, 2 Januari 2025 | 12:46 WIB

 

Pratama Arhan resmi keluar dari Suwon FC, kini berstatus tanpa klub.
Pratama Arhan resmi keluar dari Suwon FC, kini berstatus tanpa klub.
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Bek kiri Timnas Indonesia Pratama Arhan resmi dilepas Suwon FC. Pemain yang terkenal dengan lemparan mautnya itu hanya tampil 4 menit dalam semusim di Korean League 1.

Setelah berstatus tanpa klub, ke mana Arhan akan berlabuh jadi sorotan. Sejumlah klub Liga 1 berusaha untuk merekrutnya. Ia dirumorkan bergabung dengan Persija Jakarta, Semen Padang, hingga PSIS Semarang yang menambah panas bursa transfer kali ini.

Keluarnya Arhan setelah berkarier ke Asia Timur menambah daftar pemain Indonesia yang gagal bersinar di luar negeri. Sebelumnya terdapat Witan Sulaeman dan Egy Maulana yang mentas di sepakbola Eropa.

Keduanya dinilai kalah bersaing dengan pemain lain di klubnya. Egy terlebih dahulu kembali ke Indonesia bersama Dewa United, lalu disusul Witan yang memutuskan merumput di Liga 1 dengan Persija.

Meskipun Arhan merupakan pemain andalan Shin Tae-yong, tapi dirinya tidak menjadi landasan klub Korsel tersebut memainkannya secara reguler 90 menit penuh.

Bahkan, musim sebelumnya, Arhan mencoba peruntungannya bersama Tokyo Verdy di J2 League, kasta kedua Liga Jepang. Namun, nasib berkata lain, ia hanya bermain 55 menit saja. Alasan Pratama Arhan akan kembali merumput di Liga 1 Indonesia:

 Baca Juga: Alokasi Dana Desa Kuansing Belum Bisa Dicairkan, Begini Penjelasan Kadis Sosial PMD Erdiansyah

1. Menit Bermain Tinggi

Waktunya pemain kelahiran Blora, Jawa Tengah, ini kembali ke Liga 1. Pasalnya, yang diperlukan saat ini adalah jam terbang agar bisa mendapat posisi inti di Timnas Indonesia. Apalagi, Calvin Verdonk dan Shayne Pattynama terus mengkudeta sayap kiri yang sempat ditempati Pratama Arhan.

PSIS sebenarnya berpeluang untuk mendapat jasa putra asli Jawa Tengah itu. Mengingat klub berjuluk Mahesa Jenar itu adalah tim pertama Arhan dalam meniti karier profesionalnya dan membantunya masuk proyeksi Timnas Indonesia kala itu.

Saat ini tim asuhan Gilbert Agius berada di posisi ke-13 Liga 1, cukup dekat dengan zona merah. Terlebih lagi, PSIS membutuhkan tambahan sektor bek kiri.

Bek kiri PSIS tengah lowong menyisakan Haykal Alhafiz di posisi itu, sebab Zalnando telah kembali ditarik dari status pinjaman untuk memperkuat Persib Bandung.

Sejak minim jam terbang, Arhan mendapat kritikan dari fans timnas dan itu tentu saja dapat memengaruhi permainannya. Selain itu, ia juga kesulitan menembus skuad utama dan lebih sering sebagai pemain pengganti.

2. Diminati Tim Besar Liga 1

Tidak hanya PSIS Semarang, Macan Kemayoran sesungguhnya berminat mendatangkan sejumlah pemain baru salah satunya bek kiri. Pelatih Persija Carlos Pena mengungkapkan, saat ini Persija perlu tambahan pemain agar tetap konsisten di papan atas Liga 1.

“Tidak cukup mengandalkan Firza apalagi beberapa pertandingan tak bisa bermain penuh, memang ada Dony tapi dia lebih banyak bergabung timnas, jadi ketika transfer dibuka kami harus fokus pada sisi itu,” ujar Pena dikutip dari Youtube resmi klub pada 23 November 2024.

Dony kerap dipanggil Timnas Indonesia U-20, jadi secara otomatis bek kiri menyisakan Firza. Pratama Arhan dinilai cukup sebagai opsi untuk dapat bersaing dengan Firza Andika.

Ditambah ketika Arhan bermain di Piala Menpora dan Liga 1 2021 mencatatkan 13 pertandingan dan menorehkan 2 gol serta 1 assist. Dalam kata lain Persija salah satu klub paling serius untuk menyabet gelar musim ini.

Semen Padang juga tak ingin ketinggalan, klub Ranah Minang ini sedang berada di posisi sulit. Berada di zona degradasi Semen Padang harus mencari pemain berpengalaman.

Sebetulnya tim besutan Eduardo Almeida sudah memiliki 2 pemain senior, yaitu Anwar Sani dan Frendi Saputra di bek kiri. Kedua pemain tersebut masih kurang berkontribusi di tim, dan belum menyumbang assist, sehingga Semen Padang terseok-seok di Liga 1.

Jika bergabung Semen Padang, Pratama Arhan kemungkinan besar menggeser Anwar dan Frendi dari skuad. Tentunya perjuangan Arhan akan berat di Semen Padang, sebab harus menyelamatkan timnya dari zona merah.

 Baca Juga: 12 Pejabat Fungsional di Lingkungan Pemkab Rohul Dilantik dan Disumpah

3. Peluang Bersaing di Timnas Semakin Besar

Pratama Arhan saat ini free transfer, peluang besarnya untuk bergabung tim baru untuk karier dan jam terbang di timnas sangat besar. Tim Liga 1 akan bersedia membuka pintu untuk pemain label timnas untuk persaingan kompetisi yang lebih ketat.

Tentu dengan menit bermain yang tinggi Pratama Arhan akan mencapai peforma terbaiknya, seperti saat Piala AFF 2020 dengan menorehkan dua gol saat melawan Malaysia dan Singapura.

Memilih klub seperti Persija, Persebaya Surabaya, bahkan Persib Bandung namanya pasti akan semakin melesat karena pamor kedua tim besar itu. Ketiga tim itu tengah bersaing dan berpotensi dalam perebutan juara yang notabene akan bermain di kompetisi antarklub Asia dan ASEAN, bakal menjadi batu lompatan pemain berusia 23 tahun itu.

Arhan salah satu pemuda berpotensi menjadi amunisi lemparan ke dalam era STY. Bukan tidak mungkin Arhan kembali bersaing sektor bek sayap kiri timnas jika kembali pada top performa.***

 

Editor : Edwar Yaman
#Suwon Fc #semen padang #Pratama Arhan #klub liga 1 #persib bandung #persija jakarta #liga 1 #psis semarang