MANCHESTER (RIAUPOS.CO) – Manchester United tersingkir di putaran kelima Piala FA. Ini setelah tim berjuluk Setan Merah itu kalah melalui adu penalti dari Fulham setelah laga normal berakhir imbang 1-1 di Old Trafford, Ahad (2/3/2025) malam WIB.
Ada yang menarik dalam laga itu. Pemain belakang Man United, Noussair Mazraoui yang beragama Islam menjadi sorotan. Pemain Timnas Maroko terlihat menjalani pertandingan sembari berpuasa, karena telah memasuki bulan Ramadan. Noussair Mazraoui menunjukkan dedikasi yang luar biasa, tidak hanya sebagai seorang atlet, tetapi juga sebagai seorang Muslim yang taat.
Pada menit ke-66 pertandingan, wasit memutuskan untuk menghentikan sementara laga untuk memberi kesempatan kepada para pemain, termasuk Noussair Mazraoui, untuk berbuka puasa. Ini adalah momen yang sangat berharga bagi Mazraoui dan menjadi perhatian banyak pihak yang mengikuti pertandingan tersebut.
Selain itu, Noussair Mazraoui juga berbicara dengan para suporter Man United yang beragama Islam beberapa hari sebelum pertandingan. Dalam pertemuan tersebut, ia memberikan pesan penuh inspirasi kepada para penggemar.
"Jangan pernah melupakan mimpimu," ujar Noussair Mazraoui kepada komunitas Suporter Muslim Manchester United yang hadir di Old Trafford.
Mazraoui, yang sebelumnya bermain untuk Bayern Munchen, berbagi pengalaman tentang bagaimana keyakinannya sebagai seorang Muslim memengaruhi kehidupan sehari-harinya, baik di dalam maupun di luar lapangan. Dalam kesempatan tersebut, pemain internasional Maroko ini menyampaikan bahwa keluarga adalah sumber kebanggaan terbesar baginya.
"Melihat orang tua Anda begitu bangga adalah sesuatu yang membuat Anda lebih bangga. Jika Anda melakukan sesuatu yang baik dan melihat kebanggaan keluarga Anda, itu adalah sesuatu yang membuat hati Anda senang," tuturnya.
Ramadan adalah bulan suci bagi umat Muslim, di mana mereka berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam. Bagi seorang pemain sepakbola profesional seperti Mazraoui, berpuasa selama Ramadan tentu merupakan tantangan tersendiri, terutama saat menjalani jadwal pertandingan yang padat di Premier League dan kompetisi domestik lainnya.
Noussair Mazraoui mengungkapkan bahwa meskipun berpuasa, ia tetap dapat menjalani rutinitas sepakbola dengan baik. Ia mengatakan bahwa menjaga keseimbangan antara fisik dan spiritual sangat penting dalam menjalani karier sepakbola. Selain itu, ia juga berbicara mengenai rutinitas hari pertandingan yang mencakup persiapan fisik dan menjaga keimanan, serta bagaimana ia mengatur waktu untuk berbuka puasa selama pertandingan.
"Melihat keluarga Anda bangga dengan pencapaian Anda, baik di lapangan maupun dalam kehidupan, adalah sumber kekuatan terbesar," tambahnya.
Noussair Mazraoui yang baru bergabung dengan Manchester United dari Bayern Munchen, telah menjadi bagian penting dari tim asuhan Ruben Amorim. Pemain berusia 27 tahun ini mengaku sangat bangga bisa bermain di salah satu klub terbesar dunia dan merasa sangat diterima oleh rekan-rekan satu tim dan penggemar.
Dalam perbincangan dengan para suporter Muslim, Noussair Mazraoui juga berbicara tentang perbedaannya bermain di Premier League dibandingkan dengan Bundesliga, serta tantangan dan keterampilan yang harus dimiliki pemain bertahan modern.
"Premier League sangat cepat dan intens. Setiap pertandingan adalah tantangan besar, tetapi itulah yang membuatnya begitu menarik," kata Mazraoui.
"Saya harus terus berkembang dan belajar untuk menjadi lebih baik setiap hari."
Noussair Mazraoui juga mengungkapkan pentingnya menjaga keyakinan dalam hidup seorang atlet.
"Doa dan keimanan adalah kekuatan saya. Keyakinan dalam diri sangat penting untuk melewati hari-hari yang penuh tekanan. Jangan pernah kehilangan keyakinan dalam doa-doa Anda," tambahnya.
Bagi banyak suporter, khususnya yang beragama Islam, pertemuan dengan Mazraoui adalah momen berharga, karena mereka melihat seorang pemain yang tidak hanya sukses di lapangan, tetapi juga tetap teguh dalam keyakinannya, memberikan inspirasi kepada generasi muda.***
Editor : Edwar Yaman