Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jepang v Indonesia: Main dengan Gaya Sendiri

Redaksi • Selasa, 10 Juni 2025 | 11:44 WIB

Line up Jepang vs Indonesia
Line up Jepang vs Indonesia


OSAKA (RIAUPOS.CO) – Patrick Kluivert membuat kejutan dengan memainkan Ricky Kambuaya dan Egy Maulana Vikri sebagai starter saat melawan Cina. Itu masih ditambah kesempatan yang dia berikan kepada debutan Beckham Putra dan pemain yang lama tak berkostum Garuda yakni Stefano Lilipaly.

Padahal, melawan Cina pada Kamis (5/6) pekan lalu itu sangat menentukan nasib Indonesia apakah bisa lolos ke babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Ternyata, nama-nama di atas menjawab kesempatan yang diberikan pelatih itu dengan baik. Garuda menang 1-0 dan memastikan tiket ke fase selanjutnya.

Kemenangan itu juga membuat laga melawan tuan rumah Jepang di Stadion Suita, Osaka, Jepang, Rabu (10/6) sore ini tak menentukan apa-apa lagi.

Jepang sudah pasti lolos ke putaran final tahun depan dengan status juara Grup C didampingi Australia. Sedangkan Indonesia bersama Arab Saudi akan bertarung di babak berikutnya.

Jadi, akankah kejutan di line-up berlanjut? “Kita lihat besok (Selasa). Saya belum bisa bilang berapa pemain yang akan diganti,” katanya dalam jumpa pers di Osaka yang diikuti Jawa Pos (JPG) secara daring dari Jakarta, Senin (9/6).

Gelandang Marselino Ferdinand yang absen di laga melawan Cina karena akumulasi kartu diperkirakan bakal kembali ke starting eleven.

Kluivert kemungkinan juga bakal memberi kesempatan kepada bek tengah Mees Hilgers yang tak dimainkan di pertandingan sebelumnya.

Selebihnya Kluivert kemungkinan tak banyak mengubah komposisi starter.

Sebab, meski sudah tak punya kepentingan lagi, Jepang, dengan kekuatan utama atau tidak, tetaplah tim kelas dunia.

“Kami harus bermain dengan gaya kami sendiri. Pertandingan besok (hari ini, red) tetap akan jadi pertandingan yang menarik untuk disaksikan maupun dimainkan dengan penuh kegembiraan, tentunya,” katanya.

Jepang kalah 0-1 di laga melawan Australia, kekalahan pertama mereka.

Sebaliknya, kemenangan 1-0 atas Cina disebut Kluivert sangat menggenjot kepercayaan diri para penggawa Garuda.

Joey Tertantang

Joey Pelupessy baru mencatatkan dua caps bersama tim nasional (timnas) Indonesia. Namun, catatan statistiknya cukup menawan. Dalam dua laga tersebut, Joey mencatat dua kemenangan dan clean sheet.

Nah, tantangan berarti baru akan didapatnya pada caps ketiga sore nanti. Yakni, saat menghadapi Jepang pada babak Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia Grup C di Stadion Suita, Osaka, Selasa (10/6).

Joey mengaku sangat menantikan laga melawan Samurai Biru-julukan timnas Jepang. Dia penasaran. Pasalnya, Jepang adalah tim top di Asia dan juga pemuncak klasemen di grup C.

“Jadi, saya sangat menantikan pertandingan ini. Jepang selalu menjadi tim besar, khususnya di Asia. Jadi bagi kami ini juga merupakan tantangan besar,” ujarnya dalam preskon jelang pertandingan, Senin (9/6).

Baginya, ini akan menjadi pertandingan yang menyenangkan. Apalagi, semua pemain timnas juga menantikan laga ini.

“Mereka sudah lolos (Piala Dunia), kami juga ke babak selanjutnya. Jadi ini akan jadi laga yang menarik,” ucapnya.

Pemain Lommel SK itu menuturkan, di Eropa dia sering melihat pemain Jepang. Dia menilai pesepakbola dari Negara Matahari Terbit itu punya ciri khas, yakni selalu disiplin.

“Itu hal positif menurut saya. Saya suka melihatnya. Mereka sangat terampil dan teknikal. Bisa berputar cepat. Jadi, ini akan jadi tantangan serius bagi kami besok (hari ini, red),” katanya.

Dia optimistis Indonesia bisa merebut poin di markas lawan.

Pasalnya, skuad Garuda sudah bagus. Terlebih, di dua laga terakhir bisa menaklukkan Bahrain dan Ciba dengan skor identik 1-0. Joey juga tak mempermasalahkan cuaca hujan seperti saat ofisial training.

Baginya, saat bermain di Eropa, dia sudah sering menghadapi cuaca seperti itu.

“Di sana 80 persen musimnya hujan. Jadi saya sudah terbiasa. Tapi ini juga bagian dari hal yang harus dihadapi sebagai tim. Kalau mau berkembang, harus bisa mengatasi hal-hal seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih Jepang Hajime Moriyasu menyatakan, timnya sudah menjalani latihan dengan ketat seusai kalah dari Australia.

Perihal rotasi, Moriyasu menuturkan, hanya ingin melakukan yang terbaik untuk memenangkan pertandingan.

Sebab, meski memiliki catatan rekor permainan yang dominan, dia tetap melihat Indonesia tim yang solid.

“Menurut saya, kapten Jay Idzes inti dari tim Indonesia,” katanya.

Tapi, dia mengingatkan anak buahnya agar tak cuma fokus ke satu-dua pemain saja. Misalnya ke Ole Romeny yang sukses mencatatkan tiga gol di tiga pertandingan bersama Garuda.

“Kami harus terorganisasi sebagai satu tim untuk menghentikan bukan hanya satu pemain, tetapi seluruh tim,” katanya.

Timnas Jepang sebetulnya ingin turun dengan kekuatan solid. Namun, harapan itu tak terwujud. Hal itu disampaikan Hajime.

‘’Saya sangat kecewa karena Machida, Watanabe, dan Kumasaka yang terpaksa tak bisa main karena cedera,’’ keluh Hajime seperti dikutip Livedoor.

Dalam laga melawan Australia, bek Hiroki Machida (Saint-Giroise) dan Tsuyoshi Watanabe (Gent) terpaksa digantikan karena cedera.

Setelah itu, gelandang Mitsuki Kumasaka (Kashiwa) juga cedera saat latihan jelang laga melawan Indonesia.

Nah, dengan absennya beberapa pemain dari lini pertahanan, Hajime menggunakan pemain dari posisi lain untuk bermain di lini pertahanan.

Seperti gelandang Wataru Endo, yang merupakan gelandang bertahan tetapi juga dapat bermain sebagai bek.

‘’Kami memiliki beberapa pemain yang cedera dan kekurangan pemain di setiap posisi, tetapi saya pikir kami memiliki cukup kekuatan, termasuk pemain inti dan pemain pengganti, untuk bermain hingga akhir pertandingan,’’ ujarnya.(raf/bas/ttg/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#indonesia #Timnas Garuda #indonesia vs jepang #main #streaming #jepang #jadwal #timnas #indonesia lolos piala dunia 2026