SURABAYA (RIAUPOS.CO) — PSIM Yogyakarta mengawali laga perdana mereka di Super League 2025/2026 dengan hasil positif. Tim promosi itu merebut tiga poin di kandang lawan dengan mempermalukan tuan rumah Persebaya Surabaya 1-0 di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025) malam. Norberto Ezequiel Vidal menjadi pahlawan Laskar Mataram (julukan PSIM Yogyakarta) pada laga ini.
Pertandingan ini sejatinya menjadi ujian perdana pelatih Eduardo Perez bersama Green Force (julukan Persebaya). Sejak babak pertama, laga berlangsung cukup terbuka dengan kedua tim sama-sama menciptakan peluang.
Persebaya sempat mengancam lewat Malik Risaldi dan Dejan Tumbas, sementara Laskar Mataram merespons melalui aksi Corfe Deri Antony dan Nermin Haljeta. Peluang emas Persebaya tercipta di menit 10 saat Malik Risaldi melepaskan tembakan tepat sasaran, namun kiper Cahya Supriadi sigap mengamankan bola. PSIM juga nyaris unggul pada menit 21 ketika Deri Antony memanfaatkan umpan Vidal tetapi sepakannya melebar tipis.
Toni Firmansyah, Mihailo Perovic, hingga Malik Risaldi beberapa kali membuang peluang dengan tembakan yang melenceng atau diblok pertahanan PSIM. PSIM tampil disiplin di lini belakang dengan Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera yang solid memutus serangan lawan. Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata meski intensitas permainan cukup tinggi.
Memasuki babak kedua, PSIM mencoba lebih agresif. Deri Antony membuka ancaman dengan umpan matang yang disambut tembakan Nermin Haljeta, namun masih bisa ditepis Ernando Ari. Persebaya Surabaya melakukan pergantian pemain lebih awal dengan memasukkan Kadek Raditya Maheswara menggantikan Toni Firmansyah.
Namun, ritme permainan mereka belum banyak berubah dan PSIM mulai berani menguasai bola lebih lama. Serangan cepat PSIM di menit 69 membuat pertahanan Persebaya Surabaya panik, meski sepakan Antony kembali diblok. Eduardo Perez merespons dengan mengganti dua penyerang sekaligus, memasukkan Paulo Gali dan Rizky Dwi Pangestu untuk menambah daya gedor.
Justru PSIM yang mendapatkan momentum di menit-menit akhir. Masuknya Dede Sapari dan Andi Irfan memberi energi baru, ditambah Domenico Savio Sheva yang menjadi penghubung serangan. Menit 90+2, PSIM akhirnya memecah kebuntuan. Umpan akurat Dede Sapari yang disambut sepakan keras Ezequiel Vidal tak mampu dibendung Ernando Ari, dan menggetarkan jala Persebaya Surabaya.
Gol tersebut langsung membuat suporter tuan rumah terdiam. Green Force yang sepanjang laga dominan di babak pertama kini tertinggal di detik-detik akhir laga. Persebaya Surabaya mencoba membalas cepat melalui Bruno Moreira Soares di menit 90+3, tetapi tembakannya diblok pertahanan PSIM. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 0-1 bertahan untuk kemenangan tim tamu.
Secara statistik, laga berlangsung seimbang. Persebaya Surabaya mencatat delapan tembakan dengan dua tepat sasaran, sedangkan PSIM memiliki sembilan upaya dengan empat mengarah ke gawang. Akurasi tembakan PSIM mencapai 45 persen, lebih baik dibanding Persebaya Surabaya yang hanya 25 persen. Dari segi penguasaan bola, kedua tim sama kuat dengan masing-masing 50 persen.
Jumlah umpan yang dilepaskan juga hampir sama, Persebaya Surabaya dengan 389 kali dan PSIM 397 kali. Meski akurasi umpan Persebaya Surabaya sedikit unggul di angka 80 persen, PSIM lebih efektif dalam mengubah peluang menjadi gol.
Bagi PSIM, hasil ini menjadi awal manis dalam petualangan mereka di Super League setelah promosi musim lalu. Kemenangan tandang atas tim besar seperti Persebaya Surabaya menjadi modal kepercayaan diri yang sangat besar.
Sementara itu, Eduardo Perez harus menerima kenyataan pahit pada debut resminya bersama Green Force. Kritik mulai mengalir karena timnya dinilai kurang tajam meski memiliki deretan penyerang asing dan lokal berpengalaman. Laskar Mataram yang diperkuat nama-nama seperti Vidal, Ze Valente, hingga Nermin Haljeta menunjukkan permainan kompak dan disiplin.
Kunci kemenangan mereka ada pada kesabaran menunggu momen dan memanfaatkannya secara maksimal. Dede Sapari layak mendapat pujian sebagai pemain pengubah jalannya laga. Meski masuk di menit 85, ia mampu memberikan dua assist krusial termasuk yang menjadi gol kemenangan Vidal.
Persebaya di sisi lain harus segera berbenah sebelum melakoni laga berikutnya. Dengan kompetisi yang panjang, kehilangan poin di kandang sejak awal bisa menjadi kerugian besar dalam persaingan papan atas. Suporter PSIM yang hadir di Gelora Bung Tomo pun merayakan kemenangan ini dengan penuh suka cita.
Mereka menyanyikan yel-yel kemenangan di tribun tamu yang menjadi saksi sejarah kembalinya PSIM ke kasta tertinggi dengan kejutan besar. Bagi Vidal, gol ini menjadi pembuktian kualitasnya sebagai striker asing yang bisa diandalkan. Sentuhannya yang tenang di kotak penalti lawan membungkam puluhan ribu Bonek di laga pembuka Super League 2025/2026.
Hasil akhir 0-1 membuat PSIM memulai musim dengan tiga poin sempurna. Sementara Persebaya Surabaya harus menerima kenyataan laga pembuka mereka justru menjadi mimpi buruk di rumah sendiri.***
Editor : Edwar Yaman