Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Leg 1 Play-off Liga Champions: Vinicius Junior Menuduh Gianluca Prestianni yang 'Pengecut' Melakukan Pelecehan Rasis

Edwar Yaman • Rabu, 18 Februari 2026 | 07:44 WIB

Gianluca Prestianni berkonfrontasi dengan Vinícius Júnior setelah pemain Real Madrid itu membuka skor melawan Benfica.
Gianluca Prestianni berkonfrontasi dengan Vinícius Júnior setelah pemain Real Madrid itu membuka skor melawan Benfica.
 

LISBON (RIAUPOS.CO) -- Penyerang Real Madrid, Vinícius Júnior, menuduh Gianluca Prestianni dari Benfica melakukan pelecehan rasial terhadapnya selama leg pertama babak play-off Liga Champions antara kedua tim di Lisbon, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.  Insiden itu menyebabkan pertandingan dihentikan selama 10 menit di babak kedua.

Vinícius Junior mencetak gol untuk membawa Madrid unggul pada menit ke-50 di Lisbon -- satu-satunya gol dalam kemenangan 1-0 -- dan kemudian dihadang oleh Prestianni, setelah merayakan gol di dekat bendera sudut.

Prestianni terlihat berbicara kepada Vinícius sambil menutupi mulutnya dengan jerseynya, sebelum penyerang Brasil itu menunjuk ke arahnya dan berlari ke arah wasit.

 Baca Juga: Leg Pertama Play-off Liga Champions: Galatasaray Hancurkan Juventus lewat Comeback Dramatis di Istanbul

Vinícius berbicara kepada wasit Francois Letexier, yang membuat gestur "menyilangkan tangan" yang menunjukkan bahwa telah terjadi tuduhan pelecehan rasis.

"Para rasis itu pengecut," tulis Vinícius di Instagram setelah pertandingan.

"Mereka perlu menutupi mulut mereka dengan baju untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka."

Pertandingan di Estadio da Luz kemudian dihentikan sementara, karena Vinícius, yang tampak tertekan, berbicara kepada pelatih Madrid Álvaro Arbeloa, pelatih Benfica José Mourinho, dan rekan-rekan setimnya.

 Baca Juga: Salat Tarawih Perdana Muhammadiyah di Pekanbaru Dipadati Jemaah

Arbeloa kemudian mengkonfirmasi bahwa Madrid bersedia meninggalkan lapangan jika Vinícius menginginkannya, tetapi setelah diskusi, tim memutuskan untuk melanjutkan pertandingan.

"Toleransi terhadap rasisme harus nol," kata Arbeloa dalam konferensi pers pascapertandingan.

"Hal-hal seperti itu tidak boleh terjadi di lapangan pada tahun 2026. Saya bertanya kepada [Vini] apakah dia ingin terus bermain. Saya mengatakan kepadanya bahwa kami bersamanya. Kami harus selalu berada di sisinya."

"Wasit mengatakan kepada saya bahwa dia tidak mendengar apa pun, dan tidak dapat berbuat apa pun dalam situasi itu," tambah Arbeloa.

"Apa pun yang dikatakan Vini, kami akan tetap bersamanya. Nol toleransi untuk ini."

 Baca Juga: Pahlawan di Balik Kemudi, Inilah Para Juara Layanan Purnajual Daihatsu

Vinícius juga mendapat kartu kuning setelah mencetak gol, setelah ia merayakan gol tersebut dengan menari di dekat bendera sudut, dan kemudian diadang oleh beberapa pemain Benfica.

"Saya menerima kartu kuning karena merayakan gol, dan saya masih tidak mengerti mengapa," kata Vinicius di Instagram.

"Dan kemudian ada protokol, yang diterapkan dengan buruk, yang tidak menghasilkan apa pun."

Berbicara di zona wawancara pasca pertandingan, Kylian Mbappé mengatakan Prestianni telah melakukan pelecehan rasial terhadap Vinícius beberapa kali, menambahkan bahwa pemain Argentina itu tidak pantas bermain di Liga Champions lagi.

"Ini merusak malam ini, ini memalukan bagi olahraga," kata bek Madrid Trent Alexander-Arnold kepada CBS.

"Ini juga memalukan di masyarakat. Tidak ada tempat untuk hal seperti itu. Tetapi jika insiden seperti ini terjadi, kita hanya bisa menghadapinya seperti yang kita lakukan malam ini."

 Baca Juga: Satu Jam Usai Perang Air, Selatpanjang Kembali Bersih

"Saya sangat bangga dengan tim, klub, dan skuad serta bagaimana semua orang bereaksi. Menurut rekan-rekan setim yang berada di dekatnya, mereka mendengar sesuatu yang sangat tidak menyenangkan," kata gelandang Madrid, Federico Valverde.

"Sayang sekali, dengan begitu banyak kamera, kejadian itu tidak terekam. Ini tidak boleh terjadi," kata Aurélien Tchouaméni dari Madrid kepada Movistar.

"Vini memberi tahu kami bahwa pria itu memanggilnya monyet... Vini memberi tahu kami bahwa kami harus terus bermain. Saya mengatakan bahwa jika ada masalah, kami akan pergi sebagai tim, itu saja. Tetapi kami berbicara, dan kami mengatakan bahwa kami harus menang."

Benfica akan bertandang ke Madrid minggu depan untuk leg kedua babak play-off di Bernabéu pada 25 Februari.***

Editor : Edwar Yaman
#play-off liga champions #Arbeloa #real madrid #vinicius junior #liga champions #Gianluca Prestianni #benfica