PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Puluhan atlet dan pelatih disabilitas peraih medali pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII Solo 2024 mendatangi Kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau, Senin (8/6/2026).
Dengan sebagian atlet menggunakan kursi roda, mereka datang untuk mempertanyakan kejelasan pencairan sisa bonus yang hingga kini belum diterima meski sudah hampir dua tahun berlalu sejak ajang nasional tersebut digelar.
Kedatangan para atlet dan pelatih disabilitas itu berlangsung tertib. Namun mereka menyayangkan tidak dapat bertemu langsung dengan Kepala Dispora Riau, Yurnalis Basri.
Baca Juga: 1.768 Jemaah dan Petugas Haji Riau Sudah Kembali ke Tanah Air
Aspirasi mereka hanya diterima oleh Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Riau, Indra Rahman.
Para atlet mengaku kecewa karena hingga kini belum ada kepastian terkait pembayaran sisa bonus yang dijanjikan Pemerintah Provinsi Riau. Mereka menilai bonus tersebut merupakan hak atas prestasi yang telah dipersembahkan untuk daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Indra Rahman menjelaskan bahwa anggaran untuk pembayaran bonus sebenarnya telah tersedia dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
Baca Juga: 26 Juni, Semua Kafilah Kabupaten/Kota Tiba di Teluk Kuantan
Namun, proses pencairannya masih bergantung pada kondisi kas daerah dan mekanisme administrasi yang harus dilalui.
"Perencanaan untuk pengajuan pencairan bonus ini insyaallah dilakukan pada Juli 2026. Administrasi seperti amprah dan dokumen pendukung lainnya sudah kami siapkan. Tetapi kapan tepatnya dana bisa dicairkan, kami belum bisa memastikan karena harus menyesuaikan dengan kondisi kas daerah dan berkoordinasi dengan pimpinan," ujarnya.
Menurut Indra, terdapat perbedaan antara ketersediaan anggaran dalam DPA dengan kondisi riil kas daerah yang dikelola Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Baca Juga: Tiga Lokasi Rencana Pembangunan Islamic Center Inhu, Ini Lokasi Strategis dengan Nilai Tertinggi
"Kalau anggarannya tersedia. Tetapi kapan uang itu benar-benar bisa disalurkan, itu bergantung pada kondisi kas daerah. Kalau dananya tersedia pada Juli, kemungkinan kita berharap bisa dibayarkan. Namun kami tidak bisa memastikan sekarang," katanya.
Penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab harapan para atlet dan pelatih yang menginginkan kepastian waktu pencairan bonus.
Pelaksana Tugas (Plt) National Paralympic Committee (NPC) Provinsi Riau, Indra Warman, mengaku hingga kini pihaknya juga belum memperoleh informasi pasti mengenai pembayaran sisa bonus tersebut.
Baca Juga: Said Iqbal Bakal Dilantik Jadi Penasihat Presiden
"Secara pribadi saya belum punya jawaban pasti kapan sisa bonus itu dibayarkan. Karena itu kami membawa atlet dan pelatih ke Dispora untuk mempertanyakan langsung masalah bonus Peparnas 2024," katanya.
Menurut Indra, persoalan bonus merupakan kewenangan Dispora Riau, sedangkan NPC hanya berperan mendampingi atlet dan pelatih.
"Masalah bonus ini bukan kewenangan NPC. Kami datang untuk meminta kejelasan langsung kepada Dispora terkait kapan hak atlet dan pelatih ini bisa dibayarkan,"ujarnya.
Baca Juga: Isu Reshuffle Kabinet Mencuat
Ia mengatakan bonus tersebut sangat dinantikan oleh atlet, pelatih, maupun keluarga mereka. Sebab banyak pihak yang menggantungkan harapan pada pencairan bonus tersebut.
"Yang menunggu bonus ini bukan hanya atlet dan official, tetapi juga keluarga mereka. Karena itu kami berharap ada kepastian," ungkapnya.
Indra mengakui kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Riau saat ini sedang menghadapi tekanan. Namun ia berharap komitmen pemerintah terhadap atlet tetap direalisasikan.
“Dulu sempat dijanjikan Maret, kemudian mundur ke April. Bahkan pernah disebut September. Sekarang ada rencana pengajuan pada Juli. Mudah-mudahan kali ini benar-benar terealisasi,"katanya.
Baca Juga: BRImo Permudah Registrasi Nasabah di 15 Negara
Menurutnya, sejumlah atlet yang saat ini sedang mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) juga terus mempertanyakan hak mereka, baik bonus maupun gaji.
"Banyak atlet yang sedang Pelatnas menghubungi kami dan menanyakan perkembangan bonus mereka. Sebagai pengurus, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membantu mencarikan kejelasan,"ujarnya.
NPC Riau berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Jika belum juga ada kepastian, mereka berencana menjalin komunikasi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Riau hingga DPRD Riau.
Baca Juga: PHR Produksi 903 BOPD dari Sumur Pungut
"Kalau belum juga ada penyelesaian, kami mungkin akan menghadap Sekda atau DPRD. Tetapi semua dilakukan secara baik-baik dan melalui jalur yang benar," tegasnya.
Kekecewaan serupa sebelumnya juga disampaikan oleh para atlet dan pelatih peraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.
Mereka menilai lambatnya pencairan bonus tahap kedua yang masih menyisakan sekitar 55 persen telah menimbulkan ketidakpastian bagi atlet dan pelatih yang telah berjuang mengharumkan nama Riau di tingkat nasional.
Baca Juga: Dua Personel Polres Rohul Resmi Dipecat, AKBP Emil Minta Jadi Pelajaran
Pelatih cabang olahraga senam, Ahmad Markos, mengatakan bonus tersebut merupakan hak yang harus dipenuhi pemerintah daerah.
"Kami ingin ada kejelasan. Atlet dan pelatih sudah berjuang membawa nama baik daerah. Jangan sampai hak mereka terabaikan,"ujarnya.
Ia menilai keterlambatan pembayaran bonus dapat berdampak pada motivasi atlet dan citra pembinaan olahraga di Provinsi Riau.
Baca Juga: XLSmart Raih Diamond Achievement in Emission Transparency
"Daerah lain yang juga menghadapi keterbatasan anggaran tetap berusaha memenuhi komitmennya kepada atlet. Sementara di Riau persoalan ini belum juga tuntas," katanya.
Senada dengan itu, pelatih tinju senior Darman Hutauruk mengingatkan bahwa ketidakjelasan pembayaran bonus dapat memengaruhi loyalitas atlet berprestasi terhadap daerah.
"Kami tidak bisa terus menahan atlet-atlet berprestasi untuk tetap bertahan di Riau. Jika mereka merasa tidak dihargai dan akhirnya memilih pindah daerah, jangan salahkan atlet,"tegasnya.
Baca Juga: RSUD Arifin Achmad Berikan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Sebelumnya, para pelatih juga telah mendatangi Kantor Dispora Riau untuk meminta kepastian terkait bonus tersebut. Namun hingga kini jawaban yang diterima masih sebatas proses koordinasi tanpa kepastian jadwal pencairan.
Editor : M. Erizal