Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Amerika Serikat V Belgia: Hindari Dejavu 2014

Tim Redaksi • Senin, 6 Juli 2026 | 09:32 WIB
AMERIKA V BELGIA. (jpg)
AMERIKA V BELGIA. (jpg)

 

SEATTLE (RIAUPOS.CO) - Enam belas penyelamatan he­roik Tim Howard belum cukup menyelamatkan Amerika Serikat (AS) dari kekalahan atas Belgia pada Piala Dunia 2014. USMNT-julukan AS-harus mengakhiri langkah di babak 16 besar setelah menyerah 1-2 melalui babak perpanjangan waktu di Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil.

Selang 12 tahun, sejarah kembali mempertemukan kedua tim tersebut di fase yang sama. USMNT akan menghadapi De Rode Duivels -julukan Belgia-pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Lumen Field, Seattle, Selasa (7/7) pagi (siaran langsung TVRI Nasional/TVRI Sport pukul 07.00 WIB). 

Tuan Rumah Diunggulkan

Baca Juga: The Vikings Singkirkan Tim Samba, Dua Gol Erling Haaland Pulangkan Tim Favorit Juara

Saat ini, modal AS jauh lebih baik. Selain mendapat dukungan penuh publik sendiri, sejumlah prediksi juga lebih mengung­gulkan USMNT. Superkomputer Opta, misalnya, menempatkan USMNT sebagai favorit dengan peluang 50,96 persen. Prediksi itu didukung penampilan konsisten USMNT. 

Tim asuhan Mauricio Pochettino itu mengawali Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 4-1 atas Paraguay lalu 2-0 atas Australia di fase grup sebelum menyingkirkan Bosnia-Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar.

Bek sayap kanan Sergino Dest menilai kemenangan atas Belgia akan semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap USMNT. “Artinya akan sangat besar. Saya rasa kepercayaan masyarakat kepada tim ini sudah tinggi dan jika kami menang, keyakinan tersebut akan menjadi lebih besar lagi,” kata Dest yang pernah membela FC Barcelona itu seperti dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Libas Kanada 3-0, Maroko Melaju ke Perempat Final Piala Dunia, Brahim Diaz dan Ounahi Bersinar, Selebrasi Minum Teh Curi Perhatian

Kekalahan Maret Bukan Acuan

Jika melihat rekor pertemuan, AS memang tidak lebih diunggulkan. Dari tujuh pertemuan melawan Belgia, mereka hanya sekali menang. Kekalahan itu termasuk saat kedua tim terakhir bertemu pada laga uji coba di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, 29 Maret lalu. USMNT takluk 2-5.

Namun, kondisi saat itu jauh berbeda. Bek tengah Chris Richards dan gelandang bertahan Tyler Adams absen karena cedera dan Pochettino masih meramu starting XI terbaik. Selain itu, wide attacker Belgia Jeremy Doku yang berulang kali mengeksploitasi pertahanan AS kala itu masih belum perform di Piala Dunia 2026.

Dest pun menegaskan hasil laga persahabatan pada Maret lalu tidak lagi bisa dijadikan patokan. “Dalam pertandingan seperti itu kami mencoba berbagai hal. Sekarang inilah pertandingan yang sesungguhnya,” ucap pemain PSV Eindhoven tersebut dikutip dari The Athletic.

Buru Kado Kemerdekaan

Kebetulan, laga melawan Belgia hampir bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan AS ke-250 pada 4 Juli. Karena itu, kemenangan tidak hanya membawa USMNT ke perempat final untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 2002, tetapi juga menjadi kado kemerdekaan. 

“Ini kesempatan untuk terus menginspirasi puluhan juta orang, menginspirasi anak-anak di AS. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk memenangkan pertandingan fase gugur lainnya di Piala Dunia,” tutur kapten sekaligus bek tengah AS Tim Ream seperti dilansir dari Associated Press.(ka/dns/gem)

Laporan JPG, Seattle

Editor : Arif Oktafian
#amerika serikat #piala dunia 2026 #belgia