Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dilaporkan ke Komite Etik IOC

Tim Redaksi • Jumat, 10 Juli 2026 | 10:05 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino memegang bendera  Mesir sebelum pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Swiss melawan Kolombia di BC Place Vancouver, Selasa (7/7/2026). Organisasi nonpemerintah FairSquare akan melaporkan Gianni Infantino ke Komite Etik IOC. (afp)
Presiden FIFA Gianni Infantino memegang bendera Mesir sebelum pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Swiss melawan Kolombia di BC Place Vancouver, Selasa (7/7/2026). Organisasi nonpemerintah FairSquare akan melaporkan Gianni Infantino ke Komite Etik IOC. (afp)

 


LONDON (RIAUPOS.CO) - Hubungan antara Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menuai perhatian. Organisasi nonpemerintah (LSM) yang bergerak di bidang hak asasi manusia, FairSquare, secara resmi mengumumkan akan mengajukan pengaduan kepada komite etik Komite Olimpiade Internasional (IOC) terkait dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik.

Dalam pernyataannya yang dilansir dari L’Equipe pada Rabu (8/7), FairSquare menilai Infantino telah melakukan pelanggaran berulang terhadap netralitas politik. Sebagai anggota IOC, Infantino terikat pada Piagam Olimpiade yang mewajibkan setiap anggotanya untuk bertindak secara independen dari kepentingan komersial maupun politik.

Kedekatan Infantino dengan Trump dinilai menimbulkan pertanyaan serius, terutama karena Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. Salah satu momen yang disorot ialah kehadiran Infantino dalam acara Dewan Perdamaian yang digelar Trump pada Februari 2026. Dalam kesempatan itu, Infantino terlihat mengenakan topi bertuliskan ‘USA’ dan ‘45-47’ yang merujuk pada masa jabatan presiden Trump.

Baca Juga: Spanyol V Belgia: Don Simon Mengejar Level Thiba

Menanggapi polemik itu, juru bicara IOC sebelumnya mencoba meredam isu. Perwakilan IOC itu menyatakan bahwa FIFA, melalui sepak bola, tengah mendukung program investasi besar untuk pengembangan olahraga di Gaza, Palestina, termasuk pembangunan infrastruktur, program edukasi, serta proyek pengembangan tingkat tinggi.

Kontroversi semakin melebar setelah munculnya kasus kartu merah Folarin Balogun. Presiden IOC Kirsty Coventry pun ikut memberikan tanggapan pada Selasa (7/7) terkait pencabutan sanksi terhadap pemain Amerika Serikat itu. Pencabutan sanksi oleh FIFA itu membuat Balogun dapat tampil dalam laga babak 16 besar melawan Belgia. Keputusan itu disebut-sebut terjadi setelah adanya intervensi berupa panggilan dari Trump kepada Infantino.

Coventry menyatakan bahwa hingga saat ini komite etik IOC belum menerima pengaduan resmi terkait kasus itu. Namun, Coventry menegaskan bahwa jika ada laporan yang masuk, komite etik akan menindaklanjutinya sesuai prosedur.

Baca Juga: Dominasi Eropa Belum Tergusur

Sebelumnya, Infantino juga menuai kritik setelah memberikan Penghargaan Perdamaian FIFA kepada Donald Trump pada Desember 2025. Tindakan itu mendorong FairSquare untuk lebih dulu melayangkan pengaduan kepada komite etik FIFA atas dugaan pelanggaran prinsip netralitas. Pengaduan itu bahkan mendapat dukungan dari sekitar 50 anggota parlemen Eropa serta Federasi Sepak Bola Norwegia. 

Namun, hingga saat ini FairSquare menyatakan belum ada indikasi bahwa penyelidikan resmi telah dibuka oleh FIFA.(gem)

Laporan JPG, London

 

Editor : Arif Oktafian
#Komite Etik IOC #FairSquare #gianni infantino #ioc #fifa