Corporate Social Responsibility (CSR) tidak seharusnya berhenti pada laporan mengenai berapa banyak kegiatan yang telah dilaksanakan, berapa anggaran yang digunakan, atau berapa penerima manfaat yang terlibat. Lebih dari itu, CSR perlu dilihat dari perubahan dan dampak yang ditinggalkan bagi masyarakat.
Di tengah perkembangan teknologi, Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru dalam pengelolaan dan evaluasi program CSR. Data yang selama ini tersimpan dalam laporan kegiatan, dokumentasi maupun database sebenarnya dapat diolah menjadi informasi yang membantu perusahaan memahami efektivitas, relevansi dan keberlanjutan sebuah program.
Pemikiran tersebut berangkat dari pengalaman saya di bidang media, komunikasi publik, stakeholder engagement dan CSR. Sebelum terlibat dalam pekerjaan External Relations, saya telah berproses di dunia media dan komunikasi, termasuk menjalankan peran sebagai konsultan komunikasi strategis dan media & public relations. Pengalaman tersebut mempertemukan saya dengan berbagai persoalan komunikasi, hubungan stakeholder dan kebutuhan untuk menyampaikan informasi secara tepat.
Baca Juga: Kabut Asap Bukan Sekadar Urusan Api, Saatnya Melindungi Masyarakat dengan Promosi Kesehatan
Ketertarikan saya terhadap CSR dan keberlanjutan juga berkembang melalui berbagai aktivitas pemberdayaan masyarakat. Salah satu pengalaman yang berkesan adalah ketika saya dipercaya menjadi pembicara termuda asal Indonesia dalam Annual Global CSR & ESG Summit & Awards Asia, sebuah forum yang mempertemukan praktisi dan pemangku kepentingan dari berbagai negara.
Pengalaman tersebut semakin memperkuat pandangan saya bahwa isu CSR tidak hanya berbicara mengenai kegiatan sosial, tetapi juga bagaimana sebuah program dirancang agar memberikan dampak yang berkelanjutan.
Dari pengalaman tersebut, saya mencoba mengembangkan sebuah role model aplikasi berbasis AI untuk membantu menganalisis dampak program CSR daerah.
Baca Juga: Membangun Soliditas Team
Gagasan ini berangkat dari pertanyaan sederhana: bagaimana jika data CSR tidak hanya digunakan untuk membuat laporan, tetapi juga dapat membantu kita memahami apakah sebuah program benar-benar memberikan perubahan?
Konsep aplikasi yang saya kembangkan menggunakan pendekatan Input,Activity, Output, Outcome, Impact. Pendekatan ini mencoba melihat sebuah program secara lebih menyeluruh, mulai dari sumber daya yang digunakan, kegiatan yang dilaksanakan, hasil langsung, perubahan pada penerima manfaat, hingga potensi dampak yang lebih luas.
Salah satu konsep yang dikembangkan adalah Impact Score, yaitu model penilaian berdasarkan sejumlah parameter untuk memberikan gambaran mengenai performa sebuah program. Hasil analisis tersebut dapat menjadi bahan pendukung evaluasi dan membantu memberikan rekomendasi untuk pengembangan program berikutnya.
Baca Juga: Siapa Berwenang Menghitung Kerugian Keuangan Negara?
Menurut saya, AI bukan pengganti manusia dalam mengambil keputusan. AI seharusnya menjadi alat bantu agar manusia dapat membaca data dengan lebih cepat dan terstruktur. Dalam CSR, keputusan tetap membutuhkan pemahaman terhadap kondisi masyarakat, karakter stakeholder, kebutuhan daerah dan situasi nyata di lapangan.
Saat ini saya mendapatkan kesempatan untuk terus belajar melalui lingkungan PT AMM, khususnya pada bidang External Relations dalam HCGA. Pengalaman tersebut menjadi ruang untuk melihat secara langsung bagaimana komunikasi, stakeholder engagement, data dan program sosial saling berhubungan dalam pekerjaan di lapangan.
Aplikasi yang saya kembangkan masih berada pada tahap role model/prototype dan terbuka untuk pengembangan lebih lanjut, termasuk integrasi database, dashboard monitoring, dokumentasi serta evaluasi program.
Baca Juga: Jerubu 2026: Mengapa Kita Kembali ke Titik yang Sama?
Bagi saya, inovasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Inovasi dapat dimulai dari persoalan sederhana yang kita temukan dalam pekerjaan, kemudian mencari cara yang lebih efektif untuk menyelesaikannya.
CSR ke depan menurut saya bukan hanya tentang seberapa banyak program dilakukan atau seberapa besar anggaran disalurkan. Tantangan yang lebih penting adalah bagaimana memastikan program tersebut relevan, memberikan manfaat, berkelanjutan dan meninggalkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.
Teknologi dapat membantu kita mengolah data. Namun, manusia tetap harus memahami cerita di balik data tersebut. Bukan hanya menghitung berapa banyak program yang dilakukan, tetapi memahami seberapa besar perubahan yang ditinggalkan.***
Editor : Arif Oktafian