Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dari Tukang Semir Sepatu, Kordias Mantap Maju Pilwako Pekanbaru, Ini Profilnya

Afiat Ananda • Senin, 20 Mei 2024 | 20:05 WIB
Kordias Pasaribu.
Kordias Pasaribu.

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemilihan Wali kota dan Wakil Wali kota Pekanbaru bakal digelar sebentar lagi. Beberapa nama telah bermunculan sebagai kandidat orang nomor satu di Kota Bertuah.

Salah satunya ialah nama Kordias Pasaribu. Lelaki yang karib disapa Bang Dias ini, mantap maju sebagai kandidat wali kota dan telah mengambil formulir ke PDI Perjuangan.

Kordias memang kader partai banteng. Bahkan ia sempat menakhodai PDI Perjuangan Riau. Ia juga sempat mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPRD Riau Fraksi PDI Perjuangan.

Dalam wawancara dengan Riaupos.co, lulusan Lemhanas 2013 itu bercerita bahwa apa yang ia capai sekarang tidak terlepas dari proses hidup yang begitu panjang lika-likunya.

Lahir di Desa terpencil Haunatas Marancar, Kabupaten Tanapuli Selatan pada 1976, Kordias Pasaribu berasal dari keluarga yang keadaan ekonominya begitu sulit, harus berjuang untuk hidup dan mewujudkan cita-citanya.

Kordias Pasaribu anak ke-4 dari 6 bersaudara, sejak umur 7 tahun Kordias sudah ditinggal oleh ibunya meninggal dunia, hanya terpaut 1 tahun ayahnya juga meninggal dunia. Sehingga membuat dia harus pergi merantau ke Pematang Siantar.

Di sana Kordias untuk bertahan hidup menjadi tukang semir sepatu di Terminal Parluasan. Namun pada suatu saat ada seorang pendeta melihatnya di terminal, dan menawarkan sekolah di Panti Asuhan Elim HKBP Pematang Siantar, dengan senang hati dirinya menjawab mau.

"Di Panti Asuhan saya menimba ilmu Sekolah Dasar (SD) hingga tamat STM tahun 1997. Setelah itu merantau ke Pekanbaru tanpa ada saudara satupun," sebutnya bercerita, Senin (20/5/2024).

Di Pekanbaru, Kordias yang seorang diri tanpa ada orang dikenal maupun keluarga, harus membuatnya tidur di emperan terminal, mulai kerja sebagai kenek angkutan kota hingga menjadi sopir angkot.

Hal itu membuat mental dan keberaniannya ditempa jadi kuat. Tidak sampai di situ, dirinya juga pernah menjadi tukang sapu di pelabuhan kontainer di salah satu perusahaan di Sungai Duku.

Baca Juga: Yusril Mundur, Fahri Jabat Ketua Umum PBB

Kordias menceritakan saat itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi bahan perbincangan masyarakat terutama sosok Ketua Umum Megawati, membuat Kordias tertantang dan nekat untuk masuk menjadi anggota partai dan Satgas PDI.

Dengan postur tinggi dan besar membuat Kordias dipercaya pimpinanan partai, sehingga menugaskan dirinya menjadi bagian terdepan ketika mengawal kunjungan Megawati ke Provinsi Riau.

Mulai tahun 2000 Kordias mengawali kariernya di PDIP menjadi Wakil Ketua PAC Kecamatan Lima Puluh, lalu Komandan Satgas PAC, tahun 2005 dirinya dipercaya menjadi Ketua Kecamatan Payung Sekaki PDIP.

Kordias terus mengembangkan dirinya di partai tersebut dan tahun 2007 terpilih menjadi Komandan Satgas DPD dan 2010 terpilih menjadi ketua DPC Kota Pekanbaru.

"Selanjutnya di tahun 2014, saya mengikuti pemilihan legislatif dan sukses menjadi anggota DPRD Provinsi Riau," sambungnya.

Di sinilah karier Dias molai moncer. Tidak perlu waktu lama, 2015 dia menjadi ketua DPD PDIP Provinsi Riau dan 2016 menjadi pimpinan DPRD Riau.

Meski begitu, Kordias tetap memiliki keinginan yang kuat untuk melanjutkan kuliah. Dia menyelesaikan kuliah S1 di Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning dan lanjut menyelesaikan kuliah Magister Sains (MSi) di Universitas Riau.

Dari sekelumit pengalamannya itu, Dias kemudian memantapkan diri maju sebagai kepala daerah di Pekanbaru. Bukan tanpa alasan. Keinginan yang kuat serta modal keterampilan dalam manajerial, membuat ia optimistis bisa bertarung.

"Tentu optimistis. Tidak mungkin kami turun gelanggang tanpa ada perhitungan yang matang," tambahnya.

Soal siapa pasangannya nanti, Kordias menyebut sampai saat ini memang masih melakukan banyak komunikasi politik. Ia pun turut mengakui bahwa politik dinamis. Maka ia tidak menutup kemungkinan untuk menjalin kerja sama dengan partai politik lainnya.

"Kan politik itu dinamis. Sekarang masih komunikasi politik dengan beberapa tokoh dan juga beberapa partai. Mudah-mudahan dalam waktu dekat mulai mengerucut," pungkasnya.

Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)

Editor : M. Erizal
#pdip #pilwako pekanbaru #kordias pasaribu #Pilwako