Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Perdana Berpuisi di Hadapan Publik, Wako Agung Nugroho Kobarkan Semangat Jaga Lingkungan lewat “Cayo Den”

M Ali Nurman • Minggu, 20 Juli 2025 | 19:00 WIB
Wako Pekanbaru Agung Nugroho, untuk pertama kalinya tampil membacakan puisi di hadapan masyarakat, Sabtu (19/7/2025) malam.
Wako Pekanbaru Agung Nugroho, untuk pertama kalinya tampil membacakan puisi di hadapan masyarakat, Sabtu (19/7/2025) malam.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho, untuk pertama kalinya tampil membacakan puisi di hadapan masyarakat, Sabtu (19/7/2025) malam.

Ini dalam dua agenda budaya yakni gelaran Kala Mustika: Surat-surat Kepada Bunda Alam di Gedung Anjungan Seni Idrus Tintin Bandar Serai dan Grand Final Bujang Dara Kota Pekanbaru 2025 di Rumah Singgah Tuan Kadi.

Penampilannya bukan sekadar ekspresi seni. Melalui puisi berjudul Cayo Den, Agung mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan menjaga keberlanjutan alam Pekanbaru bagi generasi mendatang.

“Masa depan hijau dan rindang, ramah dan riang adalah cita-cita yang ingin kita wariskan pada Kota Pekanbaru yang kita cintai,” kutip Agung dari puisinya, Sabtu (19/7/2025).

Ia menjelaskan bahwa Cayo Den, yang berarti “percaya” dalam Bahasa Melayu, menjadi simbol dari harapan dan keyakinan bersama untuk menjaga lingkungan hidup.

"Yang ingin disampaikan melalui puisi tersebut adalah Cayo Den, yang artinya percaya. Kita percaya akan kepedulian terhadap lingkungan, kita peduli terhadap kebersihan, kita peduli terhadap kota, kesejahteraan, dan sebagainya," ujarnya.

Wali kota juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Artinya kita harus bersama-sama, bersatu padu, untuk menjadikan Kota Pekanbaru yang lebih baik," tegasnya.

Frasa Cayo Den dipilih karena mengandung identitas budaya lokal yang kuat. "Apalagi Cayo Den itu bahasa Melayu, bahasanya Pekanbaru," tambah Agung.

Lewat penampilannya, Wali Kota Agung Nugroho tak hanya menampilkan sisi lain dari kepemimpinannya, tetapi juga menyampaikan pesan lingkungan yang menggugah menjadikan Cayo Den sebagai semangat kolektif untuk membangun kota yang lebih hijau, bersih, dan sejahtera.

Laporan: M Ali Nurman (Pekanbaru)

Editor : M. Erizal
#berpuisi #peduli lingkungan #Wako pekanbaru agung nugroho #rumah singgah tuan kadi